• Sabtu, 13 Agustus 2022

Sumsel Belum Bebas Rabies, PDHI Sumsel Ingin Percepat Daerah Bebas Rabies Melalui Bakti Sosial Vaksin Hewan

- Minggu, 9 Januari 2022 | 15:30 WIB
Ketua PDHI Sumsel Jafrizal (Erwan B)
Ketua PDHI Sumsel Jafrizal (Erwan B)

Sumsel24.Com – Penyakit Rabies pada hewan masih menjadi momok bagi masyarakat, namun untuk menjadikan suatu daerah bebas rabies harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satu cara memenuhi persyaratan itu dengan bakti sosial vaksin kepada hewan peliharaan seperti yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Sumatera Selatan (PDHI Sumsel),  di Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumsel, Jalan Peternakan No1 Palembang, Minggu 9 Januari 2022.

Dr. Drh. Jafrizal, MM. menambahkan, suatu daerah menjadi bebas rabies jika sudah memenuhi tiga persyaratan. Pertama adanya pendataan terhadap hewan baik itu ternak maupun peliharaan.  Kedua hewan terutama Anjing sudah tervaksin lebih dari 70 persen, ketiga adanya pengendalian hewan liar.

“Dari ketiga persyaratan di atas Sumsel belum bebas rabies. Persyaratan pertama belum ada data hewan di Sumsel, baik itu ternak maupun peliharaan. Jumlah Hewan yang telah divaksin masih sangat kecil itupun hanya di Kota Palembang dan belum adanya pengendalian hewan liar, yang secara kongkrit dibuat dalam Perda,” terangnya.

Baca Juga: Peringati Milad ke-69 PDHI Sumsel Gelar Bakti Sosial

Jafrizal telah berusaha memenuhi ketiga persyaratan di atas, mendata hewan dengan cara melaunching  aplikasi pendataan hewan sehingga pemilik hewan dapat mengisi aplikasi dengan demikian dapat diketahui jumlah hewan dan juga hewan yang telah divaksin.

“Dengan sudah terdatanya hewan yang belum divaksin,  maka petugas dapat melakukan vaksin. Bakti sosial ini juga kita mengadakan vaksin, sebagai trigger agar orang sadar untuk memberikan vaksin kepada hewannya. Untuk bakti sosial hari ini, kita juga akan sterilisasi 20 ekor kucing. Namun untuk vaksinasi tidak terbatas/unlimited, berapa banyak hewan yang datang akan kita layani. Untuk hewan yang akan divaksin hewan apa saja, tidak hanya kucing,” Tegasnya.

Lanjutnya, data tahun 2021 kemarin hewan  yang tervaksin baru 4000, kalau hanya anjing maka itu sudah memadai tetapi untuk vaksin rabies tidak hanya anjing, namun juga kucing dan kera. Karena penular utama penularan penyakit rabies adalah anjing maka fokus lebih dahulu kepada anjing baru kemudian kepada kucing dan kera.

Baca Juga: Lepas 419Jemaah Umrah 2022, Kemenag Ingatkan Pandemi Belum Berakhir, Jaga Prokes dan Patuhi Aturan

“Karena dokter hewan jumlahnya sedikit, oleh karenanya perlu kolaborasi semua pihak  untuk pengendalian hewan liar juga hewan peliharaan, perlu dibentuk tim untuk itu. Pendataan rabies saja kita menunda sampai beberapa kali, oleh karenanya kita perlu sesuatu yang lebih strategis dan taktis agar pendataan segera tercapai,” ajaknya.

Halaman:

Editor: Erwan B

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Qodri Usman Siregar Siap Pimpin HIPKA Sumsel

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:13 WIB
X