• Minggu, 14 Agustus 2022

Aksi 11 April di Gedung DPRD Sumsel Sempat Ricuh, Ketua DPRD Sumsel Akhirnya Temui Mahasiswa

- Senin, 11 April 2022 | 15:07 WIB
Aksi 11 April sempat ricuh, aksi lempar botol hingga penembakan gas air mata sempat terjadi. (Aldy/PalembangNian)
Aksi 11 April sempat ricuh, aksi lempar botol hingga penembakan gas air mata sempat terjadi. (Aldy/PalembangNian)



Sumsel24.com -
 Aksi 11 April yang digelar di depan gedung DPRD Sumsel sempat ricuh, sebelum akhirnya Ketya DPRD RA Anita Noeringhati menemui mahasiswa yang berunjuk rasa.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa membacakan 11 tuntutan di depan Ketua DPRD Sumsel yang didampingi anggota DPRD Sumsel dan Kapolda Sumsel Irjen Toni Harmanto, serta Kapolres Palembang Kombes Pol. Mokhamad Ngajib.

Enam tuntutan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa 11 April kali ini langsung ditandatangani Ketua DPRD Sumsel.

Baca Juga: Mahasiswa Turun ke Jalan Gelar Aksi 11 April di Depan Gedung DPRD Sumsel Tuntut Presiden Jokowi

Menurut RA Anita Noeringhati, tuntutan mahasiswa yang meminta stabilitas harga pangan, DPRD Sumsel sudah mengajukan usulan ke pemerintah pusat.

"Bunda bangga dengan kalin, selalu menyampaikan aspirasi dari masyarakat, hidup mahasiswa," kata Anita.

Awalnya, mahasiswa tersebut menyampaikan tuntutan untuk menolak penundaan pilkada, menolak masa jabatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama dua periode, serta menolak kenaikan harga pangan dan bahan bakar minyak. minyak (BBM).

Setelah menerima dua kubu demonstran, suasana demonstrasi 11 April masih memanas setelah aliansi mahasiswa dari Cipayung plus Palembang yang beranggotakan 10 organisasi mahasiswa bergabung.

Baca Juga: DPRD Sumsel Sepakati Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa

Dengan membawa peti mati sebagai simbol kekecewaan aliansi Cipayung plus. Lambang peti mati ditujukan kepada pemerintah Indonesia saat ini.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Qodri Usman Siregar Siap Pimpin HIPKA Sumsel

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:13 WIB
X