• Selasa, 9 Agustus 2022

Majelis Hakim Pengadilan Agama Gelar Descente Perkara Waris Tanah yang Ada Tower XL di Tugumulyo

- Selasa, 17 Mei 2022 | 14:50 WIB
Caption pihak bersengketa penggugat dan tergugat, Hakim PA beserta kuasa Hukum penggugat dan tergugat (Jamil)
Caption pihak bersengketa penggugat dan tergugat, Hakim PA beserta kuasa Hukum penggugat dan tergugat (Jamil)

Pantauan di lapangan, objek sengketa merupakan tanah pekarangan yang terletak di Jalan Kartini B Srikaton berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 12 Tahun 1980 memiliki luas kurang lebih ±849 M².

Diatasnya terletak bangunan tua yang sudah tidak lagi terpakai, dan juga diatas lahan itu terdapat tower Provider telepon seluler XL.

Dan menurut informasi, adanya nilai kontrak yang fantastis dari pihak XL untuk pendirian tower, mengakibatkan lahan itu sudah lebih dari 14 tahun menjadi sengketa diantara ahli waris.

Baca Juga: Ibu Medina Zein Mengatakan Anaknya Berniat Mengakhiri Hidupnya

Pantauan awak media di lapangan, petugas dari Pengadilan Agama Lubuklinggau langsung melakukan pengukuran lahan berikut pengukuran terhadap luas bangunan yang ada diatasnya.

M. Hidayat, SH MH selaku Kuasa Hukum dari Erwani, Rita Herwati dan Misrawati menerangkan, berdasarkan kronologis bahwa lahan tersebut telah disertifikatkan atas nama orang tua ahli waris yakni H Imam Baharudin yakni SHM No. 12 Tahun 1980.

Kemudian pada tahun 1982 H Imam Baharudin mengajukan gugatan waris ke Pengadilan Agama Lubuklinggau dengan posisi sebagai Penggugat sedangkan Bachtiar dan Bahtarudin (anak H Imam Baharudin) didudukkan sebagai Tergugat, dan pada tahun 1983 keluarlah putusan Nomor 72 Tahun 1983.

Baca Juga: Aat Surya Safaat menilai Israel Terapkan Politik Apartheid

“Dalam putusan itu, majelis hakim pada tahun 1983 menetapkan bahwa lahan pekarangan beserta bangunan diatasnya yang saat ini menjadi objek sengketa dihibahkan kepada 4 orang anak-anak perempuan dari hasil perkawinan H Imam Baharudin dan Hj Jawahir yakni erwani, rita herwati, misrawati dan niswati" ujar hidayat kuasa hukum penggugat

Namun, dalam perkara ini posisi Niswati kami dudukkan sebagai bagian dari Tergugat, karena Niswati tidak mau mendudukkan dirinya menjadi bagian dari Penggugat, dan dalam hal gugatan waris seluruh ahli waris harus dilibatkan didalam perkara,”terang Hidayat

Halaman:

Editor: M Fathony

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X