• Kamis, 11 Agustus 2022

Kejari Lubuklinggau Resmi Launching Rumah Restorative Justice

- Kamis, 23 Juni 2022 | 20:19 WIB
Rumah Restorative Justice di Lubuklinggau. (Jamil)
Rumah Restorative Justice di Lubuklinggau. (Jamil)


Sumsel24.com
- Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Lubuklinggau hari ini meresmikan Rumah Restorative Justice di Lapangan Kecamatan Lubuklinggau Barat II dengan tema Musyawarah dan Mufakat untuk perdamaian guna terwujudnya kemanfaatan hukum terbaik, yang berkeadilan bagi masyarakat.

Peresmian enam Rumah Restorative Justice serentak secara virtual yakni di Ogan Ilir, OKI, OKU, Lubuklinggau, Empat Lawang, dan Prabumulih, Kamis 23 Juni 2022.

Sebelum meresmikan Rumah Restorative Justice, Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir SH mengikuti virtual secara online peresmian Restorative Justice secara serentak di enam kabupaten kota oleh Kajati Sumsel.

Baca Juga: Tim Macan Linggau Polres Lubuklinggau, Tangkap Trimayang Sari, Residivis Pelaku Curanmor

"Dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim kajati sumsel meresmikan enam Rumah Restorative Justice. tidak hanya satu tempat saja bagaimana bisa berkembang di setiap kelurahan atau desa membentuk kembali Rumah Restorative Justice," ujar Kajati Sumsel.

Hadir pada acara peresmian Rumah Restorative Justice Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir, SH, Kasi Pidum Firdaus Affandi SH MH, Kasi Intel Husni Mubaroq SH MH, Plt Sekda Imam Senin, Rahman Sani Ketua Pemangku Adat Lubuklinggau, camat barat II Zainona, Perwakilan Lapas Lubuklinggau, Asisten I Kahlan Bahar, Asisten III, Kasi Intel Kodim 0406.

Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir, SH didampingi Kasi Pidum Firdaus Affandi SH MH, dan Kasi Intel Husni Mubaroq SH MH mengatakan bahwa Rumah Restorative Justice hadir untuk memfasilitasi permasalahan-permasalahan hukum ditengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: Kunjungi Bupati Musi Rawas, HMI Cabang Lubuk linggau Bahas Progres Visi Misi Bupati

Ia juga menuturkan bahwa ada sejumlah kriteria yang bisa diselesaikan melalui Restorative Justice, misalnya kasus KDRT dan kasus pencurian untuk makan bukan untuk memperkaya diri, ada perdamaian antara dua belah pihak dan bukan pengulangan tindak pidana (Resedivis).

“Rumah Restorative Justice sebagai wadah penyelesaian hukum dengan mengutamakan perdamaian dan pemulihan pada keadaan semula, bukan lagi menitikberatkan pada pemberian sanksi pidana berupa perampasan kemerdekaan seseorang,” ungkapnya.

Lanjutnya, Perdamaian melalui pendekatan keadilan restoratif merupakan perdamaian hakiki yang menjadi tujuan utama dalam hukum adat, sehingga sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang sangat mengutamakan kedamaian, harmoni dan keseimbangan.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X