• Minggu, 29 Januari 2023

Konser Rossa di Palembang Ricuh, Kapolrestabes: Penyelenggara Langgar Kesepakatan

- Minggu, 27 November 2022 | 19:42 WIB
Konser Rossa di PSCC Palembang, Sabtu (26 November 2022) malam. (Foto. Prima)
Konser Rossa di PSCC Palembang, Sabtu (26 November 2022) malam. (Foto. Prima)

Sumsel24.com - Menanggapi ricuh konser Rossa di PSCC Palembang pada Sabtu 26 November 2022, Sumatera Selatan (Sumsel) hingga menuai kontroversi menyebut polisi yang semena-mena atau Polisi Offside. Kapolrestabes Palembang, Kombes Mokhamad Ngajib mengatakan, promotor atau pengelola di acara tersebut melanggar sejumlah kesepakatan awal.

"Sebelum menggelar acara itu kita sudah menggelar rapat dengan sejumlah instansi-instansi terkait ya, termasuk EO-nya juga, dan pemilik atau pengelola PSCC juga. Dari hasil rapat itu kan sudah disepakati dimana dari pihak EO meminta 3500 penonton, namun setelah kita kaji dan ditetapkan secara bersama-sama bahwa kapasitas penonton yang bisa masuk ke gedung tersebut hanya 3000 penonton," ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Mokhamad Ngajib saat memberikan penjelasan soal tudingan Polisi Offside di konser Rossa, Minggu 27 November 2022.

Lebih lanjut menaggapi soal Polisi Offside saat konser Rossa di Palembang itu, Kombes Mokhamad Ngajib menyebut pada saat pelaksanaan konser itu pihaknya sengaja mengunakan checker untuk menghitung jumlah penonton yang masuk agar sesuai dengan angka yang sudah disepakati. Hal itu dilakukan, agar kegiatan tersebut bisa berlangsung kondusif demi menjaga keselamatan para penonton itu sendiri.

Baca Juga: Surat Terbuka Penyelenggara Konser Rossa di PSCC Palembang: Polisi Offside

"Pada saat pelaksanaan tadi malam karena sudah disepakati bersama-sama biar tidak ada dusta diantara kita dan mereka jadi kita pakai chacker, namun dari pihak mereka menggunakan perhitungan pakai system (scan barcode). Tapi kan kenyataannya iya menurut mereka segitu, tapi ternyata yang masuk sampai 3400-an," kata Ngajib.

Terkait pihak promotor yang menyebut bangku tribun banyak yang kosong, Ngajib pun meluruskan hal itu. Menurutnya hal itu dikarenakan pihaknya membatasi jumlah penonton yang masuk itu karena yang di dalam sudah melebihi kuota sehingga penonton di luar yang tidak bisa masuk meski memiliki tiket, terjadi kericuhan.

Dan juga, katanya, pihaknya juga menemukan lebih dari 52 tiket palsu dari 1 orang yang masuk menggunakan ID atau tiket palsu. Hal itu pula yang membuat petugas tak memberikan izin penonton di luar untuk bisa masuk lagi ke dalam gedung.

Baca Juga: Klarifikasi Promotor Soal Konser Rossa di Palembang 'Overcapacity', Sebut Polisi Offside Melalui Surat Terbuka

"Kita ada tangkap 52 orang lebih yang menggunakan ID palsu, terus bagaimana yang lain. Kemungkinan bisa ada lebih dari pada (kuota) itu dan juga banyak masyarakat itu yang tidak menggunakan gelang tapi bisa masuk, oleh karena itu jadi kita batasi dengan menyetop agar penonton tidak masuk lagi, karena hasil checker anggota kita itu sudah 3400 dan melihat di dalam juga sudah tidak memenuhi syarat untuk keselamatan penonton," katanya.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketahanan Pangan di Sumsel Aman, Begini Kata DJPb

Kamis, 26 Januari 2023 | 20:11 WIB

Herman Deru Apresiasi Ponpes Wali Songo OKU Timur

Jumat, 20 Januari 2023 | 00:01 WIB
X