• Minggu, 23 Januari 2022

Hormati Proses Hukum Ahmad Yani

- Selasa, 3 September 2019 | 23:12 WIB

Sumsel24.com. PALEMBANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, di kantor Bupati Muara Enim. Peristiwa tersebut bukan sebuah operasi tangkap tangan (OTT) seperti apa yang tersebar di media. Menurut anak kedua Ahmad Yani Peristiwa tersebut terjadi di ruang sementara bupati yang berada di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muara Enim. Hal ini disampai Naufal Abdurrahman, putra ke dua Ahmad Yani

Naufal menyebut sang ayah dijebak dalam peristiwa ini dan hanya diminta menjadi saksi oleh lembaga anti rasuah tersebut. Dirinya membantah kabar OTT KPK terhadap ayahnya, Info ini disampaikan Naufal kepada awak media.

"Kata orang KPK-nya, ayah dibawa ke Jakarta hanya sebagai saksi. Info OTT itu saya bantah, sebab KPK datang saat ayah bersama sejumlah staf sedang rapat rutin mingguan di Bappeda," katanya, Selasa (03/09), di rumah keluarga di Palembang.

Meski begitu, Naufal mewakili keluarga  tetap menghormati proses dan hukum yang berlaku, dan menyerahkan sepenuhnya ke KPK untuk memberikan penjelasan selengkapnya.

"Tolong diluruskan ya, kalau kami menganggapnya ini (penangkapan) dijebak," katanya tanpa mau memberikan keterangan lebih lanjut.

Dia menjelaskan, sejak Sabtu (31/8), orang tuanya sudah berada di Muara Enim karena saat akhir pekan biasanya akan menghadiri sejumlah undangan dari masyarakat.

"Saya juga kemarin sore (Senin) masih sempat komunikasi melalui telepon dengan ayah, hanya senda gurau biasa. Tapi hari ini kabar terbaru, ayah sudah di Jakarta," Tutupnya. (mf)

Editor: sumsel24

Tags

Terkini

X