• Minggu, 23 Januari 2022

Pemilik Warung Bakso Granat Rusak e-tax, Intimidasi Petugas BPPD dan Wartawan

- Kamis, 5 September 2019 | 13:56 WIB
Pemilik Warung Bakso Granat Rusak E-Tax, Intimidasi Petugas BPPD dan Wartawan
Pemilik Warung Bakso Granat Rusak E-Tax, Intimidasi Petugas BPPD dan Wartawan

Sumsel24.com, PALEMBANG - Petugas Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) kota Palembang, mengalami insiden saat memasang alat perekam penerimaan pajak (e-tax) di Kedai Bakso Granat  yang terletak di Jln. Inspektur Marzuki, pada kemarin Rabu (04/09) petang.

Salah seorang pria yang mengaku kerabat pemilik warung bakso yang cukup terkenal di Palembang itu, memutus kabel alat perekam pajak dan memarahi petugas dengan nada tinggi. Disertai kata-kata yang mengintimidasi dan membuat petugas terancam. 

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, petugas BPPD kemudian mengambil kembali sebagian alat perekam pajak yang dirusak, kemudian melapor ke Mapolsekta IB I pada Rabu malam. 

"Kami juga tidak menyangka akan mendapat respon seperti ini. Padahal petugas kami sudah persuasif dengan yang bersangkutan," kata Kepala BPPD, Sulaiman Amin, melalui Kabid Pajak Daerah Lainnya, Agung Nugraha, saat melapor polisi. 

Informasi yang dihimpun, warung bakso tersebut telah mendapat tiga kali surat peringatan dari BPPD Kota Palembang karena menolak memasang e-tax. Hingga akhirnya petugas kembali datang untuk menyampaikan warung tersebut akan disegel, jika masih menolak. 

Ternyata, pengelola warung tersebut akhirnya mau dipasangi alat tersebut. Petugas BPPD dan instalatir, datang memasang alat tersebut sekitar pukul 12.00 WIB, pada Rabu (4/9) siang. Selesai dipasang pada pukul 15.00 WIB, petugas pun kembali ke kantor. 

Sayangnya, ditengah perjalanan, saat petugas mengecek sinyal e-tax, ternyata tidak tersambung dan disinyalir terputus. Sehingga petugas kembali datang melakukan pengecekan. Benar saja, saat tiba  petugas melihat kondisi kabel e-tax telah rusak. 

"Saat diklarifikasi itulah, datang pria tersebut langsung bicara dengan nada tinggi dan mengumpat. Dia juga mengeluarkan kata-kata yang tidak nyaman bagi petugas kami," lanjut Agung. 

Akhirnya, petugas memilih untuk pergi dari situasi tersebut, menghindari hal yang tak di inginkan. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan dan pihak vendor, BPPD Palembang akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi. 

Halaman:

Editor: sumsel24

Tags

Terkini

X