• Kamis, 27 Januari 2022

KLHK Tangkap Tiga Pelaku Ilegal Logging di Suaka Margasatwa Padang SugihaN, Sumsel.

- Rabu, 22 Juli 2020 | 01:42 WIB
IMG-20200722-WA0001
IMG-20200722-WA0001

Sumsel24.com Palembang - Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Sumatera bersama jajaran Polda Sumsel, BKSDA dan Dinas Kehutanan Sumatera Selatan menangkap tiga pengangkut kayu ilegal. Kayu-kayu itu hasil penebangan liar di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Penangkapan pengangkut kayu ilegal ini tindak lanjut laporan aktivitas ilegal di lokasi restorasi gambut di SM Padang Sugihan. Di mana akibat penebangan liar itu menyebabkan kerusakan bangunan penimbunan kanal karena aktivitas ilegal pengangkutan kayu gelam. "Tim verifikasi menemukan kerusakan penimbunan kanal di tiga jalur. Tim juga mendapati aktivitas penebangan kayu di SM Padang Sugihan, tapi penebang ilegal berhasil melarikan diri," kata Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera Eduward Hutapea, Rabu (22/7/2020).
-
Kayu gelam yang diamankan Balai Gakkum KLHK Sumatera. (Dok. Balai Gakkum KLHK Sumatera) Selanjutnya pada Senin, (7/20) Balai Gakkum KLHK Sumatera menurunkan tim operasi pengamanan hutan. Di lokasi, tim menyita perahu motor berisi kayu gelam dan tiga pelaku. "Ketiga pelaku, yaitu NA (54) pemilik kapal. Untuk pemilik kayu adalah RD (19) dan RN (28). Ketiganya ditangkap saat mengangkut kayu tebangan ilegal saat masih di dalam kawasan SM Padang Sugihan," terangnya. Usai dilakukan penangkapan, ketiga pelaku bersama barang bukti diamankan ke Kantor Seksi Wilayah III Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera di Palembang untuk proses penyidikan. Dari hasil interogasi, pelaku mengaku menebang pohon gelam dengan gergaji mesin dan peralatan manual lainnya. "Untuk mengangkut kayu hasil tebangan, para pelaku membuat parit aluran air untuk menghanyutkan hasil tebangan. Kemudian memuat dan mengangkut hasil tebangan menggunakan kapal motor kayu," jelasnya. Sementara itu, Kepala Seksi III Gakkum Wilayah Sumatera Hariyanto mengatakan pelaku akan dijerat Pasal 83 ayat (1) juncto Pasal 12 Huruf d dan Pasal 85 ayat (1) juncto Pasal 12 Huruf g Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. "Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar," tegas Hariyanto. Terakhir, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono menilai pemberantasan perusak hutan khususnya penebangan ilegal di kawasan SM Padang Sugihan penting agar keanekaragaman hayati pada ekosistem gambut tetap terjaga. Begitu pun keunikan jenis satwa yang terdapat dalam kawasan suaka margasatwa. "Operasi pengamanan hutan sendiri dinilai penting dilaksanakan untuk mencegah dan memberantas perusakan hutan. Termasuk melindungi hutan dengan memastikan khususnya bangunan restorasi gambut tidak rusak dan dapat berfungsi untuk mencegah meluasnya karhutla," tutupnya. (prm)

Editor: sumsel24

Terkini

Tak Jera, Residivis Perampasan Kembali Diciduk Polisi

Senin, 24 Januari 2022 | 18:48 WIB
X