• Kamis, 27 Januari 2022

Larangan Mudik di Sumsel Diperpanjang, Wajib Bawa Surat Bebas COVID-19

- Senin, 17 Mei 2021 | 16:14 WIB
IMG-20210517-WA0047
IMG-20210517-WA0047

Sumsel24.com Palembang - Posko penyekatan larangan mudik Idul Fitri 2021 yang sebelumnya dibuat pemerintah bersama instansi terkait semestinya berakhir hari ini. Namun, Polisi menilai angka penyebaran COVID-19 di Sumatera Selatan kian meningkat, maka sebagai langkah memutus penyebaran COVID-19 kegiatan di posko penyekatan diperpanjang. Hal itu, disampaikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes CF Hotman Sirait, bahwa operasi ketupat musi 2021 berakhir pada hari ini, Senin (17/5/2021). Perpanjangan menurutnya akan dilanjut dalam bentuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). "Karena operasi ketupat musi 2021 sudah berakhir, operasi pemeriksaan di posko penyekatan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan, mulai tanggal 18 Mei sampai 24 Mei 2021 mendatang," kata Hotman ketika ditemui di Palembang, Senin (17/5/2021). Dalam kegiatan itu, kata dia, personel yang berjaga dari berbagai instansi akan tetap melakukan kegiatan seperti sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas di perbatasan Kabupaten/Kota dan Provinsi. "Personel di pos 8 sekat antar provinsi dan 2 pos get tol, akan memeriksa surat-surat termasuk surat negatif COVID-19. Jika tidak ada surat negatif COVID-19, maka langsung dilakukan pemeriksaan di pos sekat," ujarnya. Pemeriksaannya sendiri, sambungnya, meliputi status bebas positif COVID-19. Apabila warga yang diperiksa dinyatakan positif COVID-19, makan akan langsung dirujuk untuk dilakukan isolasi di puskesmas atau rumah sakit terdekat. "Ya pemeriksa status bebas COVID-19, Kalau positif kita arahkan untuk isolasi di puskesmas atau rumah sakit terdekat," bebernya. Namun sebaliknya, jika hasil tes rapid antigen dinyatakan negatif, maka warga tersebut diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. Pemeriksaan ini, dilakukan kepada setiap kendaraan dan juga orang yang ada di dalam kendaraan tersebut. "Kalau statusnya negatif COVID-19, baru kita perbolehkan melintas," imbuhnya. Walaupun berbeda nama, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap akan melakukan pemeriksaan. Yang membedakan hanya tidak adanya sanksi putar balik seperti yang diterapkan sebelumnya. "Jadi tetap, kegiatan rutin yang ditingkatkan seperti pemeriksaan juga dilakukan. Hanya saja, tidak ada putar balik. Pengendara hanya diminta untuk lakukan tes rapid antigen di pos sekat," tutupnya. (prm)

Editor: sumsel24

Terkini

Tak Jera, Residivis Perampasan Kembali Diciduk Polisi

Senin, 24 Januari 2022 | 18:48 WIB
X