• Minggu, 23 Januari 2022

Prank Call Center Polisi, ABG di Babat Toman Diciduk Polres Muba

- Jumat, 28 Mei 2021 | 08:49 WIB
IMG-20210528-WA0007
IMG-20210528-WA0007

Sumsel24.com Muba - Polres Muba menangkap seorang abg pria berinisial R (12), usai berulang kali mempermainkan layanan Call Center 110. Layanan itu diketahui sudah resmi bisa diakses untuk panggilan atau laporan darurat. Kapolres Muba, AKBP Erlin Tangjaya membenarkan kejadian itu, dan pihaknya sudah mengambil tindakan kepolisian terhadap pelaku. "Kejadiannya benar. Pelaku ini remaja pria berusia 12 tahun dan putus sekolah, sudah diamankan," kata Erlin ketika dikonfirmasi, Jumat (28/5/2021). Wakapolres Muba, Kompol Irwan Andeta menjelaskan, layanan 110 itu di samping memberi kemudahan masyarakat untuk melaporkan peristiwa atau keadaan darurat, masih ditemukan masyarakat yang bercanda atau prank. “Masyarakat bisa menggunakan layanan 110 ini di mana pun berada. Namun sayangnya ada masyarakat yang menggunakan layanan tersebut untuk bercanda atau prank” ujar Irwan kepada Sumsel24.com. Pelakunya, kata Irwan, adalah R warga Kecamatan Babat Toman, ia ditangkap dikediamannya kemarin, karena melakukan panggilan prank di layanan 110. “R inu merupakan salah satu warga yang melakukan panggilan prank di layanan 110, ia dihadirkan di Mapolres didampingi oleh orang tua nya serta pemerintah desa tempatnya berdomisili," kata Irwan. Saat beraksi, kata dia, pelaku melakukan berpuluh kali panggilan dalam durasi 2 menit sekali. Berdasarkan nomor handpone yang digunakan, kita melakukan penyelidikan sehingga kita mengetahui keberadaan pelaku. “Setelah kita lakukan penangkapan, “R” kita lakukan pembinaan serta membuat pernyataan untuk tidak lagi melakukan panggilan prank (candaan) dan mengembalikan orang tuanya” terangnya. Dalam menghadapi adanya pengguna layanan Call Center 110 yang melakukan ‘frank’ laporan atau informasi bohong akan diberi sanksi melalui berbagai tahapan. “Langka pertama kita akan memberikan teguran, kemudian mengirim pesan dengan police virtual dan dan jika pun masih akan dijemput dan sanksi paling berat ancaman pidana bagi pelaku frank," tutup Irwan. (prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X