• Kamis, 27 Januari 2022

Pasutri Lansia di Sumsel 7 Tahun Tinggal Dengan Ayam, Akan Dapat Rumah Baru

- Selasa, 15 Juni 2021 | 13:45 WIB
IMG-20210615-WA0054
IMG-20210615-WA0054

Sumsel24.com Ogan Ilir - Pasangan suami-istri lanjut usia (pasutri lansia) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), tinggal di gubuk reot bersama ayam selama 7 tahun. Melihat hal itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) segera akan membangunkan tempat tinggal yang layak bagi pasutri lansia tersebut. Kepala Dinas Sosial Ogan Ilir, Bahrus Syarif mengatakan Pemkab OI akan segera membantu pembangunan tempat tinggal baru untuk pasutri lansia tersebut. "Sudah kita rencanakan pembangunan rumah secara gotong-royong dan lahan tempat tinggalnya dipindahkan ke tempat lain. Tidak jauh dari lokasi lahan tempat tinggal semula berjarak sekitar 20 meter," kata Bahrus, Selasa (15/6/2021). Bahrus menyebut, pihaknya hanya mampu memberikan bantuan berupa uang untuk pembangunan tersebut. Lahan yang rencana akan dibangun itu juga milik warga setempat yang dipinjamkan. "Kita hanya membantu biaya untuk membeli papan dan seng. Pembangunannya di tanah milik warga setempat yang dipinjamkan dan akan dibuktikan dengan persetujuan tertulis," katanya. Dia juga mengatakan, istri Bupati OI sudah langsung turun ke lokasi mengecek keadan pasutri tersebut. Disana, kata dia, ibu bupati memberikan beberapa bantuan dari Baznas dan juga secara pribadi. "Bantuan uang senilai Rp 5juta dari badan amil zakat nasional (baznas) untuk membantu pembangunan tempat tinggal baru sudah diserahkan ke mereka. Ibu bupati juga turun langsung memberikan bantuan pribadi berupa sembako, selimut, dan keperluan hidup lainnya," ujarnya. Sementara, Camat Pemulutan, Muhammad Zen mengatakan bahwa pasutri itu memang tidak memiliki kartu keluarga. Mereka tidak ada surat nikah resmi melainkan hanya menikah siri jadi sulit untuk pendataan bantuan dari pemerintah. "Untuk bantuan PKH memang mereka tidak dapat karena tidak memiliki kartu keluarga yang resmi. Namun, kita tetap akan mencari jalan untuk mengajukan agar mereka bisa dapat bantuan dan kita juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk bergotong-royong membantu pembangunan tempat tinggal mereka uang layak," kata Zen terpisah. Sebelumnya, Pasutri lansia, Sulaiman (65) dan Nurhayati (60), tinggal di rumah tak layak huni yang beralamat Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Keduanya terpaksa tinggal di kandang ayam atau rumah tak permanen yang dinding dan atapnya terbuat dari daun nipah sudah sejak keduanya menikah. "Kami menikah sudah 7 tahun. Sejak itulah kami tinggal di sini. Pondok ini luasnya sekitar 1x2 meter," kata Sulaiman ketika ditemui wartawan di kediamannya, Senin (14/6). Aroma di dalam gubuk tersebut juga sangat tidak enak. Bau tersebut mengarah ke beberapa karung yang di dalamnya terdapat ayam. "Kami tinggal sama ayam. Karena tidak ada lagi tempat jadi terpaksa. Kami tidur, makan dan masak di sini," katanya.(prm)

Editor: sumsel24

Terkini

Tak Jera, Residivis Perampasan Kembali Diciduk Polisi

Senin, 24 Januari 2022 | 18:48 WIB
X