• Kamis, 27 Januari 2022

Ibunya Diancam Diceraikan, ABG di Sumsel Hamil 7 Bulan Diperkosa Ayah Tiri

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:23 WIB
IMG_20211026_152155
IMG_20211026_152155

Sumsel24.com Palembang - Seorang pria inisial IPP (52), di Ogan Ilir, Sumatera Selatan ditangkap karena memperkosa seorang bocah anak dari wanita yang dia nikahi. Korban AA (14), diperkosa pelaku sejak usia 12 tahun dengan ancaman senjata tajam dan ibunya akan diceraikan pelaku. "Iya pelaku ini menyetubuhi anak tirinya dari usia korban 12 tahun hingga 14 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Siska Agustina kepada Sumsel24.com, Selasa (26/10/2021). Siska mengatakan, dalam aksinya pelaku ini selama dua tahun menyetubuhi korban dengan ancaman. Aksi terakhir yang dilakukan pelaku terjadi pada Maret 2021 lalu, diamankan saat itu pelaku menyetubuhi korban mengancam dengan senjata tajam, tidak diberi uang jajan dan ibu korban akan diceraikan pelaku. "Aksi terakhirnya Maret 2021 lalu. Korban di paksa dan selalu di ancam pelaku ketika pelaku melakukan aksinya. Korban diancam dengan senjata tajam, diancam tidak diberi uang, dan diancam ibunya akan diceraikan pelaku," kata Siska. Siska menjelaskan, kejahatan pelaku terbongkar ketika keluarga korban yang curiga melihat korban yang kondisi seperti dalam gangguan makhluk halus. "Dari kecurigaan itu keluarganya membawa korban ke kiai atau orang pintar untuk mendapat pencerahan atau pengobatan atas apa yang dialami korban. Dari situ lah terbongkar jika korban bukannya dirasuki jin melainkan hamil," katanya Mendapat informasi itu, kata dia, keluarga korban kemudian membawa korban untuk memeriksa dugaan kehamilannya. Setelah di periksa korban ternyata tengah hamil usia 7 bulan. "Dari hasil pemeriksaan kesehatan, korban dinyatakan tengah hamil usia 7 bulan. Keluarga korban pun melaporkan ke perangkat desa selanjutnya ke Polsek Tanjung Batu," katanya. Dari laporan tersebut, Polisi bersama perangkat desa dan warga mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Pelaku mengakui perbuatannya, dia dijerat ancaman hukum maksimal 15 tahun penjara dan ditambah sepertiganya. "Saat ini sudah ditetapkan tersangka, dia dijerat Undang-Undang persetubuhan anak dibawah umur ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan di tambah sepertiganya karena dia merupakan keluarga dekat korban," jelas Siska.(prm)  

Editor: sumsel24

Terkini

Tak Jera, Residivis Perampasan Kembali Diciduk Polisi

Senin, 24 Januari 2022 | 18:48 WIB
X