• Minggu, 23 Januari 2022

Kalapas Pasrah Kemenkumham Sumsel Periksa Petugas Buntut Viral Napi Pesta Sabu

- Rabu, 17 November 2021 | 16:19 WIB
InShot_20211115_142949863-compress1
InShot_20211115_142949863-compress1

Sumsel24.com Palembang - Kemenkumham Sumatera Selatan (Sumsel) mengakui ada kelalaian petugas lapas terkait viral video sejumlah narapidana (napi) berpesta sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuasin. Para petugas lapas yang lalai itu, kini sedang diperiksa (BAP) oleh Tim Kemenkumham Sumsel, dalam rangka pemberian sanksi lebih lanjut. "Tim Kanwil sedang turun untuk melakukan BAP (pemeriksaan terhadap petugas lapas yang lalai)," kata Kadivpas Kemenkumham Kanwil Sumsel, Dadi Mulyadi, dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/11/2021). Dadi belum bisa menjelaskan sanksi apa yang nantinya akan dikenakan, terhadap petugas lapas yang telah lalai melakukan kesalahan fatal tersebut. Mengingat kejadian ini sudah terjadi sejak empat bulan lalu Juli 2021. "Itu yang kita dalami. Hasilnya seperti apa, nunggu BAP dulu," kata Dadi. Sementara itu, Kalapas Banyuasin, Ronaldo Devinci mengatakan terkait pemeriksaan yang di lakukan Tim Kanwil terhadap petugas lapas yang lalai tersebut, pihaknya menyerahkan keputusan pemberian sanksi sepenuhnya ke pihak Kemenkumham Kanwil Sumsel. "Soal sanksi, kita ikut saja apa arahan dari Kanwil. Yang jelas itu kejadiannya sudah empat bulan lalu, dan kita sudah memberikan arahan dan teguran ke semua petugas disini agar memperketat penjagaan," jelas Ronaldo, terpisah. Sebelumnya, Pihak Humas dan Hukum Kemenkumham Kanwil Sumsel menyatakan bahwa petugas lapas yang lalai tersebut sudah diberikan sanksi berupa hukuman disiplin. "Kita sudah memberikan hukdis atau hukuman disiplin ke mereka sesuai kesalahannya dan napi-napinya juga sudah ada yang dipindah-pindah," kata Kasubbag Humas dan Hukum Kemenkumham Kanwil Sumsel Hamsir saat dimintai konfirmasi, Senin (15/11/2021). Hamsir mengatakan, karena petugas lalai, terjadi penggunaan dan masuknya narkoba di ruang tahanan Lapas Banyuasin. Namun Hamsir belum menjelaskan soal hukuman disiplin apa yang diberikan kepada petugas Lapas yang diduga lalai. "Sesuai dengan tingkatan hukdis itu, ada yang ringan, sedang, fatal. Untuk penjelasan tentang kelalaian, itu ada di kepegawaian, saya belum cek," katanya. Para pegawai lapas yang diduga lalai itu, menurutnya, hingga kini masih aktif bekerja seperti biasanya. "Iya, pegawainya masih (aktif bekerja). Hanya dikenakan hukdis saja, cuma bentuk hukdisnya saya belum tahu, karena itu produknya kepegawaian, ya bisa saja seperti penundaan kenaikan pangkat dan lainnya," jelasnya. (prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X