• Minggu, 23 Januari 2022

Kata Polisi soal Dugaan Mahasiswi Korban Cabul Dosen di Unsri Bertambah

- Kamis, 18 November 2021 | 19:32 WIB
IMG-20211108-WA0034
IMG-20211108-WA0034

Sumsel24, Palembang - Mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, yang diduga menjadi korban pencabulan oleh dosennya bertambah menjadi 3 orang. Polisi imbau pihak kampus segera bentuk Satgas dan mendampingi korban membuat laporan polisi "Kita proaktif, kita sarankan (korban) bikin LP (laporan polisi) atau datang biar kita bisa dalami," kata Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan ketika ditanya Sumsel24 terkait dugaan bertambahnya mahasiswi yang menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya di Unsri, Kamis (18/11/2021). Menurut Hisar, dalam isu yang beredar seperti ini pihak kampus dinilai perlu membentuk satgas anti kekerasan seksual yang diharapkan dapat mendampingi para korban untuk melapor. Termasuk menelusuri kebenaran informasi dugaan pelecehan seksual yang dialami korban. "Kalau memang satgas anti kekerasan seksualnya sudah terbentuk, ada pendampingan lah untuk korban melapor kalaupun kejadian itu memang ada, agar kita bisa segera menindaklanjuti," katanya. Sebelumnya, BEM KM Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, mengaku menerima dua laporan baru kasus dugaan mahasiswi diduga dicabuli dosen. BEM berjanji membantu korban mendapat keadilan. "Ada dua korban baru yang mengadu ke BEM Unsri," kata Ketua BEM KM Unsri, Dwiky Sandy, kepada wartawan, Kamis (18/11/2021). Dwiky berharap semua mahasiswa Unsri membantu pihaknya mengawal kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan demi menjaga nama baik kampus. "Pada 6 November 2021, kami menerima laporan kembali dugaan kasus pelecehan seksual dari fakultas yang berbeda. Setelah melakukan observasi dan kajian mendalam, kami juga menilai dugaan kasus baru ini sudah sangat serius, karena korban disinyalir ada beberapa orang dan 16 November kemarin kami sudah layangkan lagi surat terkait dugaan pelecehan ini ke Rektorat," tuturnya. BEM KM Unsri sebelumnya juga membantu advokasi kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di kampus. Mahasiswi (korban pertama) itu bercerita dia mendatangi dosen pembimbingnya untuk berkonsultasi mengenai skripsinya. Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (25/9). "Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (25/9). Pada saat itu, saya mendatangi dosen berinisial A tersebut. Di mana di saat bersamaan, saya sudah memastikan jika dosen tersebut ada di kampus dari adik tingkat saya," tulis mahasiswi itu dalam postingan tersebut. Mahasiswi tersebut mengaku menemui dosen tanpa janji dan bertemu di ruang kerja dosen tersebut. Si mahasiswi menyebut dosen A sedang sendirian di kantor tersebut. Dia mengaku sempat terlibat obrolan mengenai skripsi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsri, Iwan Stia Budi, mengatakan pihaknya telah mendapat informasi tersebut. Dia mengaku pihaknya masih menelusuri kebenaran dugaan pelecehan seksual tersebut. "Berita ini masih sangat abstrak. Jadi Unsri perlu menelusuri lebih lanjut kebenaran info ini," jelas Iwan.(prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X