• Minggu, 23 Januari 2022

Pemprov Sumsel Siap Dampingi Mahasiswi Unsri yang Dilecehkan Dosen

- Jumat, 19 November 2021 | 14:07 WIB
images (54)
images (54)

Sumsel24.com Palembang - Pemprov Sumsel prihatin atas kasus dugaan pencabulan yang dialami beberapa mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri). Pemprov berjanji akan mendampingi para mahasiswi yang diduga menjadi korban. "Akan kami lakukan pendampingan," kata Kepala Dinas PPPA Sumsel, Henny Yulianti, ketika dimintai konfirmasi Sumsel24, Jumat (19/11/2021). Menurut Henny, kejadian seperti ini diperlukan tindakan yang serius. Selain untuk membuat jera pelaku juga jangan sampai kejadian seperti terulang kembali kepada korban lainnya. "Tentu saja kita menyarankan korban untuk melapor resmi. Selain untuk menindak pelaku, juga bisa mencegah agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi," jelas Henny. Presiden BEM KM Unsri, Dwiky Sandy, mengatakan sejak isu ini muncul, pihaknya sudah membuka posko pengaduan bagi parah mahasiswi yang diduga juga menjadi korban tindakan pelecehan seksual di kampus tersebut. Alhasil, pihaknya kembali menerima dua laporan baru dari mahasiswi yang diduga menjawab korban. "Laporan kedua korban baru ini merupakan tindak lanjut dari posko pengaduan yang kami buat, khususnya isu yang terjadi September lalu dengan korban seorang mahasiswi yang melapor mendapat tindakan pelecehan seksual dari dosen pembimbingnya," kata Dwiky, terpisah. Sebelumnya, BEM KM Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, mengaku menerima dua laporan baru kasus dugaan mahasiswi diduga dicabuli dosen. BEM berjanji membantu korban mendapat keadilan. "Ada dua korban baru yang mengadu ke BEM Unsri," kata Ketua BEM KM Unsri, Dwiky Sandy, kepada wartawan, Kamis (18/11/2021). Dwiky berharap semua mahasiswa Unsri membantu pihaknya mengawal kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan demi menjaga nama baik kampus. "Pada 6 November 2021, kami menerima laporan kembali dugaan kasus pelecehan seksual dari fakultas yang berbeda. Setelah melakukan observasi dan kajian mendalam, kami juga menilai dugaan kasus baru ini sudah sangat serius, karena korban disinyalir ada beberapa orang dan 16 November kemarin kami sudah layangkan lagi surat terkait dugaan pelecehan ini ke Rektorat," tuturnya. BEM KM Unsri sebelumnya juga membantu advokasi kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di kampus. Mahasiswi (korban pertama) itu bercerita dia mendatangi dosen pembimbingnya untuk berkonsultasi mengenai skripsinya. Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (25/9). "Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (25/9). Pada saat itu, saya mendatangi dosen berinisial A tersebut. Di mana di saat bersamaan, saya sudah memastikan jika dosen tersebut ada di kampus dari adik tingkat saya," tulis mahasiswi itu dalam postingan tersebut. Mahasiswi tersebut mengaku menemui dosen tanpa janji dan bertemu di ruang kerja dosen tersebut. Si mahasiswi menyebut dosen A sedang sendirian di kantor tersebut. Dia mengaku sempat terlibat obrolan mengenai skripsi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsri, Iwan Stia Budi, mengatakan pihaknya telah mendapat informasi tersebut. Dia mengaku pihaknya masih menelusuri kebenaran dugaan pelecehan seksual tersebut. "Berita ini masih sangat abstrak. Jadi Unsri perlu menelusuri lebih lanjut kebenaran info ini," jelas Iwan.(prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X