• Minggu, 23 Januari 2022

Dua Pihak Swasta Terdakwa Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya Divonis 11 Tahun Bui

- Jumat, 19 November 2021 | 16:37 WIB
IMG-20211119-WA0042
IMG-20211119-WA0042

Sumsel24.com Palembang - Dua pihak swasta, terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), divonis 11 tahun penjara. Keduanya adalah Dwi Kridayani dan Yudi Arminto dari pihak PT Brantas Abibraya. Vonis ini berbeda dengan putusan sidang dua terdakwa sebelumnya, yakni mantan Ketua Umum Pembangunan Masjid Sriwijaya Eddy Hermanto dan mantan Ketua Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya Syarifuddin MF yang divonis 12 tahun penjara. Dalam amar putusannya, Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa dari pihak swasta PT Brantas Abibraya itu, divonis hukuman 11 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider 4 bulan, dalam sidang putusan yang digelar di PN Tipikor Palembang, Jumat (19/11/2021) siang. "Mewajibkan kedua terdakwa membayar, uang pengganti Rp 2,5 miliar atau harta benda disita dan jika tidak mencukupi diganti 4 tahun penjara," ungkap Majelis Hakim di persidangan. Menurut majelis hakim, adapun hal yang meringankan kedua terdakwa, keduanya belum pernah dihukum, dan bersikap sopan selama persidangan. Atas putusan tersebut, terdakwa Dwi Kridayani menyatakan banding dan terdakwa Yudi Arminto menyatakan pikir-pikir. Sementara, terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin MF, menyatakan banding secara langsung di persidangan. "Terimakasih pada majelis hakim, dan mohon maat atas semua kekurangan saya dalam sidang. Pada kesempatan ini saya menyatakan banding," kata Eddy Hermanto "Saya juga mohon maaf, kali ini saya akan menggunakan hak hukum saya pak hakim. Saya juga akan mengajukan banding," jelas Syarifuddin. Sebelumnya, Majelis Hakim PN Tipikor Palembang menjatuhkan vonis 12 tahun penjara terhadap dua terdakwa Eddy Hermanto (mantan Ketua Umum Pembangunan Masjid Sriwijaya), Syarifuddin MF (Ketua Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya). "Kedua terdakwa, Eddy Hermanto dan Syarifudin terbukti melakukan perbuatan pidana korupsi dan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Korupsi melanggar Pasal 12 B karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya," kata Ketua Majelis Hakim Sahlan Effendi dalam sidang agenda putusan di PN Tipikor Palembang, Jumat (19/11/2021). Kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi. Selain 12 tahun penjara, keduanya juga dihukum membayar denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan. "Mengadili terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifudin dengan vonis masing-masing 12 tahun penjara denda 500 juta subsider 4 bulan. Kemudian kedua terdakwa juga dijatuhkan hukuman tambahan uang pengganti. Di mana untuk Eddy Hermanto Rp 218 juta dan Syarifudin Rp 1,6 miliar," katanya. "Jika Keduanya tidak sanggup membayar maka harta bendanya akan disita dan jika harta benda yang disita tidak mencukupi mengganti uang pengganti maka untuk Eddy Hermanto diganti hukuman 2 tahun penjara dan Syarifudin 2 tahun 6 bulan penjara," sambungnya. Keempat terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), dalam sidang tuntutan, dituntut 19 tahun penjara. Keempatnya yakni, Eddy Hermanto (mantan Ketua Umum Pembangunan Masjid Sriwijaya), Syarifuddin MF (Ketua Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya), Dwi Kridayani (pihak swasta), dan Yudi Arminto (pihak swasta). "Kami penuntut umum menuntut agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan keempat terdakwa bersalah menurut hukum dipidana penjara 19 tahun. Pidana penjara tersebut dikurangi selama masa kurungan yang sudah dilakukan dengan perintah tetap dalam tahanan. Selain hukuman bui, 4 terdakwa wajib membayar denda sebanyak Rp 750 juta subsider 6 bulan. Setiap terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti dengan nilai yang disesuaikan dengan perbuatan masing-masing," kata JPU Kejati Sumsel, Naimullah, Jumat (29/10) lalu. JPU mengatakan, jika satu bulan setelah putusan berstatus inkrah para terdakwa belum membayar, harta terdakwa akan disita untuk dilelang dan hasilnya akan dikembalikan kepada negara. Masih dalam tuntutan JPU, terdakwa Eddy Hermanto wajib membayar Rp 684 juta, Syarifuddin membayar Rp 1 miliar, Dwi Kridayani harus membayar Rp 2,5 miliar, dan Yudi Arminto membayar Rp 22,5 miliar. "Kalau nilainya masih tidak mencukupi maka dikenakan dipidana penjara sembilan tahun enam bulan," ujarnya.(prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X