• Minggu, 23 Januari 2022

Lulusan Sarjana Pertanian, Kompol Roy A Tambunan Merasa Mimpi Jadi Perwira

- Minggu, 21 November 2021 | 17:22 WIB
IMG-20211121-WA0014
IMG-20211121-WA0014

Sumsel24.com Palembang - Pria kelahiran Desa Musi Landas Mainan, Banyuasin 3 Kabupaten Banyuasin mengawali karirnya sebagai pegawai swasta di bidang pertanahan di hutan Jambi. Berlatar belakang lulusan pertanian disalah satu Universitas di Jambi, Roy A Tambunan berkerja menelusuri dan tinggal beberapa hari di hutan Jambi untuk mengukur kesibukan tanah. Saat dijumpai, ia mengaku merasakan seperti mimpi bisa menjadi sorang berwira polisi. “Saya tidak menyangka seperti mimpi bisa menjadi seorang polisi,”ungkap Roy yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Ilir Barat Satu Polrestabes Palembang saat dibincangi Sumsel24.com, Minggu (21/11/2021). Namun siapa, sangka dibalik perjuangan mantan kapolsek di Sebrang Ulu dua Palembang dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol) ini sempat tak didukung orang tuanya. Pasalnya kedua orang tuanya berpikiran mendaftar polisi tak ada yang gratis pasti membutuhkan biaya cukup besar. Meskipun begitu, tak mematahkan semangat Roy A Tambunan untuk mewujudkan cita-citanya. Dirinya tetap mencoba meyakinkan kedua orang tuanya untuk memberikannya restu dan doa, karena ia menyadari dukungan keluarga terlebih doa orang tua adalah modal utama memulai sesuatu dalam meraih mimpi. Alhasil berkat usaha, kegigihan dan tekat yang bulat Roy A Tambunan berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polri. “Awalnya saat mengurus kelulusan sarjana (S1) di kampus dulu di Jambi, saya melihat terpasang sepanduk penerimaan Polri jalur Akpol Sarjana, saya menceritakan keinginan saya untuk jadi polisi, namun kedua orang tua tak menyetujuinya bahkan menyuruh saya untuk mengurungkan niat mendaftar polisi,”tuturnya. Selain karena biaya, alasan orang tuanya tak mendukung menjadi polisi juga dikarenakan adanya ketakutan berdasarkan cerita-cerita dari orang kalau masuk polisi tidak mungkin bisa lulus kalau hanya sekedar mengandalkan kemampuan. Tidak mengurungkan niatnya menjadi polisi, dengan yakin memberanikan dirinya daftar di Akpol Polda Jambi. “Tahun 2007 saya mendaftar Akademi Kepolisian di Polda Jambi, karena belum tahu bagaimana cara mendaftar saya cari informasi dengan datang langsung ke Polda Jambi, di sana ada Bintara penjagaan depan, sangat hangat menyambut serta menjelaskan semua tata cara mendaftar tes penerimaan Polri,”jelasnya. Sejelasnya di tempat penerimaan Polri, ia berjumpa sorang polisi yang tidak dikenalinya berpangkat AKBP yang menambahkan keyakinannya menjadi seorang Polri. “Kalau tidak salah namanya AKBP Edi, dia yang meyakinkan saya, saat itu AKBP Edi bertanya kamu mau ngapain, kamu mau daftar polisi? kamu sarjana? dan beliau juga yang menyarankan saya untuk daftar AKPOL, bahkan dirinya menjamin tes penerimaan bersih tidak ada pungutan apapun,”terangnya. Hingga akhirnya ia menjadi Polri, bisa meyakinkan orang tua dengan masuk polisi bisa bersih. “Jadi kalo diingat-ingat ini seperti mimpi,” pungkasnya.(kml)

Editor: sumsel24

Terkini

X