• Minggu, 23 Januari 2022

Minta Keadilan Soal Anaknya, Ibu Pedagang Kerupuk Menangis di Polda Sumsel

- Senin, 22 November 2021 | 15:03 WIB
IMG-20211122-WA0029
IMG-20211122-WA0029

Sumsel24.com Palembang - Berjalan kaki dari rumah, Tiga ibu-ibu paruh baya dengan membawa dagangannya kerupuk, datangi Mapolda Sumsel meminta keadilan anaknya yang diduga salah tangkap Polisi. Hal ini diungkap Apida (45) ibu dari Novri (32) satu dari tiga yang ditangkap Reskrim Polsek Ilir Timur (IT) I Polrestabes Palembang bulan Juli 2021 lalu. “Tolong pak anak kami salah tangkap, pelaku jambret ponsel yang ada di CCTV bukan anak kami,” kata Apida bersamaan dua ibu dari tersangka yang diduga salah tangkap dengan keadaan menangis, Senin (22/11/2021). Dikatakan, saat terjadinya perkara penjambretan di Jalan Dwi Kora, IT 1 Palembang, anaknya berada di rumah karena sakit habis kecelakaan pulang kerja. “Anak kami ada di rumah karena kencot, tangan luka habis kecelakaan pulang kerja bangunan, tiba-tiba Polisi kerumah menangkap anak kami,”ujar Apida Apida juga mengaku saat itu, upaya melakukan pembelaan kepada pihak kepolisian dengan menjelaskan pelaku pencurian yang terekam dalam CCTV bukan anaknya. Anaknya dijatuhkan vonis hukuman penjara selama dua tahun. "Kami dibilang kalau bukti kami palsu, polisi cuman bilang Nopri di tangkap A1 dari rekaman CCTV, dari hasil sidang anak kami di penjara dua tahun. Kami tidak terima karena memang anak kami bukan pelaku jadi kami kesini minta keadilan untuk anak kami," terangnya Sementara, saat mengkonfirmasi kejadian ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto MH, melalui Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan Sik,MH menjelaskan terkait kejadian ini belum ada laporan dan akan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. "Belum ada laporan, kami akan cari tahu dulu, terkait kejadian ini," tegasnya.(kml)

Editor: sumsel24

Terkini

X