• Minggu, 23 Januari 2022

Pria Gondrong yang Viral Kejar Polantas Sumsel Pakai Celurit-Parang Ditangkap

- Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB
InShot_20211126_162227392-compress1
InShot_20211126_162227392-compress1

Sumsel24.com Palembang - Pria rambut gondrong yang videonya viral mengejar polisi lalu lintas (Polantas) dengan parang dan celurit di Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), ditangkap. Warga sekitar bercerita terkait sosok pria bernama M Nur (39) itu nekat diduga karena tak terima anak tunggalnya dalam satu minggu terakhir sudah dua kali ditilang polisi. "Benar, informasinya memang ada warga kita yang ditangkap polisi kemarin, warga RT 47 RW 12," kata Lurah Betung, Kecamatan Betung, Banyuasin, Sudirman, dikonfirmasi Sumsel24, Jumat (26/11/2021). "Menurut keterangan pihak keluarga, dia (M Nur) nekat melakukan aksi itu karena tidak terima anak tunggalnya dalam seminggu terakhir dua kali ditilang polisi," kata Ketua RT 47 RW 12, Kelurahan Betung, Siyadi, tempat dimana M Nur berdomisili, Jumat (26/11/2021). Ayah dari pelajar kelas 1 SMA inisial AT itu, kata Siyadi, memang kerap membawa parang atau celurit setiap hari di mobilnya. Hal itu, menurutnya, karena M Nur memang bekerja sebagai pemborong kayu dan sajam itu merupakan peralatan yang digunakannya sehari-hari untuk mencari uang. "Anaknya kelas 1 SMA, setiap hari memang sekolah bawa motor karena jarak sekolah dan rumah lumayan jauh. Kalau soal parang dam celurit kami tidak heran, karena memang keseharian dia kerjanya sebagai pemborong kayu," ujar Siyadi. Siyadi menjelaskan, sosol M Nur di masyarakat merupakan seorang yang taat beribadah dan selalu hadir dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Menurutnya, M Nur baru kali ini berurusan dengan pihak kepolisian. "Dia orangnya baik, kalau tak percaya tanya saja sama tetangga sekitar. Dia suka solat berjamaah di masjid, setiap ada kegiatan di kampung sini dia selalu hadir, seperti yasinan, tahlilan, gotong royong, rapat warga dia selalu hadir. Belum pernah dia ditangkap polisi, baru kali ini berurusan dengan polisi, itu juga mungkin karena emosinya yang sudah tak terbendung," jelas Siyadi. Sebelumnya, Video M Nur yang tengah mengejar polisi lalu lintas di Banyuasin, Sumatera Selatan viral di Media sosial. Hal itu, karena dia tidak terima anaknya ditilang polisi. "Iya benar, video yang beredar itu benar," kata Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/11/2021). Ikang mengatakan peristiwa itu terjadi ketika anggota Satlantas Polres Banyuasin sedang melakukan razia kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor di Jalan lintas timur Sumatera, Palembang-Betung, Simpang Tugu Polwan, Banyuasin, Kamis (25/11) pagi. "Korban tidak ada luka. Kejadian itu terjadi saat anggota tengah melakukan kegiatan rutin di Simpang Tugu Polwan, Betung, tadi pagi," katanya. Menurutnya, peristiwa itu bermula saat petugas Satlantas berinisial AN menyetop motor yang diduga dikendarai anak M Nur. Pemotor itu disetop karena tidak memakai helm. Saat diperiksa, STNK motor itu ternyata sudah mati sehingga motor tersebut disita. "Tak lama setelah menyita motor anak pelaku. Pelaku datang mengendarai minibus berhenti tepat di lokasi kejadian, pelaku turun dari mobil dan langsung mengejar petugas dengan dua bilah sajam jenis celurit dan parang panjang, hendak menikam korban," katanya. "Pelaku yang kabur ke arah Muba ditangkap tanpa perlawanan. Saat diinterogasi, pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena merasa tidak senang anaknya diberikan sanksi tilang oleh anggota Kepolisian yang sedang bertugas," katanya. "Pelaku kini ditahan dan dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 335 KUHPidana dan Pasal 212 KUHPidana jo Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Sajam," jelasnya.(prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X