• Minggu, 14 Agustus 2022

Pria Berparang Tewaskan 5 Warga di Sumsel Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis!

- Senin, 3 Januari 2022 | 13:55 WIB
Keterangan polisi saat rilis kasus Otori dan hasil tes kejiwaannya.  (Dok. Polisi)
Keterangan polisi saat rilis kasus Otori dan hasil tes kejiwaannya. (Dok. Polisi)

Sumsel24.com - Polisi memeriksa kejiwaan pria berparang bernama Otori Efendi alias OF (25) yang membacok warga sehingga lima orang tewas di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Otori kini dinyatakan normal dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pembunuhan sadis itu dilakukan Otori diduga karena sakit hati.

"Betul, yang bersangkutan (Otori) dari hasil pemeriksaan dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa. Dia kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara hasil sidik, motifnya tersangka adalah sakit hati kepada Korban," ungkap Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo ketika dikonfirmasi terkait Otori oleh Sumsel24.com, Senin 3 Januari 2022.

Baca Juga: Polisi Ungkap Hasil Tes Kejiwaan Pria Berparang Pelaku Pembunuhan Sadis 5 Warga di OKU!

Kasat Reskrim Polres OKU AKP Hilal mengatakan, proses hukum terhadap Otori tetap berlanjut. Polisi juga sudah melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian pada 9 Desember 2021 lalu.

"Proses hukum terhadap pelaku tetap berlangsung. Disamping itu tanggal 9 Desember 2021 juga sudah dilaksanakan kegiatan rekontruksi, jadi Tim penyidik juga sudah menuju ke Lokasi di Desa Bunglai, di lokasi juga di dukung dari saksi saksi disaksikan juga oleh keluarga dan kerabat korban yang meninggal dunia," kata Hilal, terpisah.

Atas perbuatannya, Otori kini ditahan dan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 dan 338 KUHP. Polisi mengatakan masih mendalami motif tersangka melakukan peristiwa nahas tersebut.

Baca Juga: Hendak Kabur, Dua Sekawan Pencuri di Indekos Mahasiswa Didor Polisi

"Tersangka kita jerat dengan dua pasal 340 karena melihat dari korban satu dan korban dua ada unsur perencanaan, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau mati dan pasal 338 dengan ancaman maksimal 15 tahun, tapi kita masih menganalisa dan untuk motifnya masih kita dalami,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X