• Sabtu, 13 Agustus 2022

Pembunuh Pasutri Lansia di PALI Ngaku Sakit Hati Dihina Kepergok Curi Rambutan

- Kamis, 6 Januari 2022 | 11:39 WIB
Tersangka pembunuhan berencana terhadap pasutri lansia di Sumsel dihadirkan saat konferensi pers. (Dok. Ist)
Tersangka pembunuhan berencana terhadap pasutri lansia di Sumsel dihadirkan saat konferensi pers. (Dok. Ist)

Sumsel24.com - Misteri penemuan mayat pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) bernama Marsidi (80) dan Sumini (65), dengan kondisi bersimbah darah di dalam rumahnya di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terungkap.

Kapolres PALI, AKBP Rizal Agus Triyadi mengungkapkan, peristiwa pembunuhan sadis tersebut memang sudah direncanakan, lantaran pelaku Diding Aprianto (27), yang merupakan tetangga korban sakit hati. Dia tak terima dihina saat mencuri buah rambutan milik korban.

"Setelah kita tangkap, tersangka ini mengakui jika pembunuhan sadis itu sebelumnya memang sudah dia rencanakan. Tersangka ini tetangga korban, dia pelaku tunggal dan mengaku sakit hati dihina korban," kata Agus ketika konfirmasi Sumsel24.com, Kamis 6 Januari 2022.

Baca Juga: Jukir Liar Viral di Medsos Menyesal saat Diamankan Polisi

Dikatakan Agus, Diding ditangkap pihaknya di kawasan Desa Madu Kincing, Penukal Utara, saat hendak kabur menuju Sekayu, Musi Banyuasin, kemarin malam. Dia terpaksa ditembak di bagian kaki karena mencoba kabur dan melawan saat akan ditangkap.

"Ditangkapnya malam kemarin, saat mencoba kabur ke arah Sekayu. Tersangka mengaku tersinggung tak terima dihina korban saat mengambil atau mencuri buah rambutan dihalaman rumah korban. Saat kejadian, dia ini mencoba mengelabui dengan motif seolah berperan seperti terjadi pencurian," terangnya.

Tersangka kini ditahan dan dijerat tentang tindak pidana pembunuhan berencana. Ancaman hukuman mati.

Baca Juga: Spesialis Gasak Aki Mobil di OPI Diciduk Polisi

"Atas perbuatannya tersangka kini ditahan dan kita kenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati," jelas Agus.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X