• Senin, 24 Januari 2022

Dua Napi Narkoba Kabur, Pengawasan Kemenkumham Sumsel Dinilai Lemah-Bobrok

- Kamis, 6 Januari 2022 | 14:48 WIB
Kantor Kemenkumham Kanwil Sumsel. (Sumsel24.com/Prima S)
Kantor Kemenkumham Kanwil Sumsel. (Sumsel24.com/Prima S)

Sumsel24.com - Dua narapidana (napi) narkoba, di Empat Lawang dan Palembang, Sumatera Selatan kabur saat izin salat berjarak kurun waktu seminggu. Fungsi pengawasan Kemenkumham Sumsel dinilai masyarakat lemah dan bobrok, sehingga kejadian itu terjadi secara berulang.

Informasi dihimpun, napi narkoba di Lapas Kelas II-B Empat Lawang, Riansyah, kabur pada Sabtu (1/1/2021) usai lolos dari pengawasan tiga petugas jaga dan sampai hari ini belum tertangkap. Dan Rabu (5/1) kemarin,  kejadian serupa kembali terjadi di Lapas Anak Palembang, napi narkoba inisial J (17), kabur dari pengawasan seorang petugas jaga, tak berselang lama J kemudian ditangkap kembali.

Atas dua kejadian itu, masyarakat pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di tubuh Kemenkumham Sumsel sehingga kejadian seperti ini bisa terjadi berulang dalam kurun waktu satu Minggu.

Baca Juga: Pembunuh Sadis Pasutri di PALI Usai Pembantaian Berencana Bakar Rumah dan Jasad Korban

"Siapa yang bertanggung jawab? tentu petugas di Lapas itu sendiri. Kan ini membuktikan mekanisme pengawasan internal Kemenkumham yang tergolong lemah dan bobrok. Sistem pengawasannya ya patut dipertanyakan," ucap Bagindo Togar, warga Sumsel sekaligus Pengamat Politik, kepada Sumsel24.com, Kamis (6/1/2022). 

Dia menyebut, kurangnya pengawasan dari Dirjen Lapas, dalam hal ini pengawasan Kemenkumham Kanwil Sumsel terhadap Petugas dan Kepala Lapas tersebut menjadi faktor utama. Dia berharap pihak Kementerian segera melakukan evaluasi berupa sanksi tegas. Saknsi tegas sendiri, menurutnya, tidak hanya sanksi administratif melainkan sanksi pidana umum.

"Artinya masih buruknya sistem pengawasan internal terhadap para warga binaan narapida yang dititipkan dalam lapas, kan itu. Yang paling urgent yang harus ditegakkan sanksi terhadap para petugas itu, bukan cuma sanksi administrasi, kalau perlu mereka di pidana umum juga, yang lalai tidak menjalankan tugasnya," tegas Bagindo.

Baca Juga: Pembunuh Pasutri Lansia di PALI Ngaku Sakit Hati Dihina Kepergok Curi Rambutan

Bagindo juga menyarankan, untuk segera dibentuk Lembaga Adhoc yang berfungsi mengawasi kinerja petugas Lapas Kemenkumham tersebut.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X