• Senin, 24 Januari 2022

Menolak Rujuk, Ibu-Anak di Palembang Derita Luka Bakar Disiram Air Keras Suami Siri

- Selasa, 11 Januari 2022 | 12:57 WIB
SH dan anaknya, DA, diduga disiram air keras oleh seorang pria di Palembang, Sumsel. (Kolase. Prima)
SH dan anaknya, DA, diduga disiram air keras oleh seorang pria di Palembang, Sumsel. (Kolase. Prima)

Sumsel24.com - SH (30), di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) diduga dianiaya oleh suami sirinya, MY (45), dengan disiram air keras, gegara dia menolak diajak rujuk. Akibat kejadian itu ia dan anaknya, DA (7), mengalami sejumlah luka bakar di sekujur tubuh.

"Waktu kejadian, anak saya persis di sebelah badan saya makanya ikut kena. Sebenarnya saya nikah siri sama dia (MY), kami tidak punya anak. Ini (DA) anak sama suami saya sebelumnya," ungkap SH, ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/1/2022).

Menurutnya, kejadian nahas itu dilakukan oleh suami sirinya, di kediaman orang tuanya di kawasan Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, pada Jumat (6/1/2022) lalu.

Baca Juga: Penyanyi Dangdut Cantik Velline Chu, Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

"Kejadiannya itu Jumat sore, kemarin. Selama ini dia (MY) memang sudah sering membuntuti sampai benar-benar mengganggu saya. Intinya, dia mau ngajak rujuk, tapi selalu saya tolak," katanya.

Sudah lebih satu tahun lebih, dia memilih untuk tinggal di rumah sang ibu dan meninggalkan MY. Keputusan itu diambil, karena selama dua tahun berumah tangga dia selalu mendapat perlakuan KDRT dari suami siri tersebut.

"Ajakan rujuk sempat diterima dengan janji tidak akan mengulangi perbuatan kasarnya. Namun setelah diberi kesempatan nyatanya dia tidak berubah dan tetap saja berbuat kasar. Selama ini dia tidak pernah talak saya. Tapi saya sudah tidak mau sama dia. Mana bisa saya hidup tinggal sama suami seperti itu" bebernya. 

Baca Juga: Dituduh Maling, Janda di Muratara Diperkosa Bergilir 2 Oknum Sekuriti Posisi Tangan Diborgol

Sebelum terjadinya penyiraman air keras itu, sambungnya, dia sudah pernah melapor ke RT setempat dan berharap akan diteruskan ke Babinsa karena khawatir MY akan melakukan perbuatan yang lebih membahayakan. Namun lantaran diklaim tidak punya bukti, aparat RT tersebut justru tidak mau meneruskan harapan Susanti.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X