• Minggu, 26 Juni 2022

Fakta Terkait OTT Muba, KMAKI :  Masyarakat Jangan Asumsi Negatif ke Polda Sumsel

- Senin, 24 Januari 2022 | 15:11 WIB
Deputy K MAKI Sumsel angkat bicara soal OTT di Muba yang menyeret institusi Polri. (Dok. Ist)
Deputy K MAKI Sumsel angkat bicara soal OTT di Muba yang menyeret institusi Polri. (Dok. Ist)

Sumsel24.com - Keterangan saksi Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK ) pada sidang Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, yang mengaitkan Perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan dengan pencopotan dan penahan Kapolres OKUT yang sebelumnya menjabat Kapolres Muba, menyita perhatian Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Independent (K. MAKI) Sumsel.

Menurut Deputy K. MAKI Sumsel Feri Kurniawan, perkara yang tengah ditangani saat ini tidak seharusnya menyudutkan institusi kepolisian yang hanya dilakukan oknum polisi tertentu, terlebih menjadi isu miring terhadap petinggi Polda Sumsel.

"Pendapat miring kepada Polda Sumsel seharusnya tidak boleh terjadi karena perbuatan yg diduga dilakukan satu oknum Polisi", ujar Deputi  K. MAKI Sumsel ini, Senin 24 januari 2022.

Baca Juga: AKBP Dalizon Ditahan Bareskrim Kasus Suap Bupati Muba Saat Jabat Kasubdit Tipidkor

Menurutnya, tidak semua kasus yang menerpa langsung mengkaitkan kedalam suatu lembaga ataupun institusi. Dia mencontohkan, semua institusi hukum ataupun lembaga punya oknum petugas yang menyimpang seperti Pinangki di Kejaksaan dan Robin di KPK tapi mereka tidak mewakili institusi.

“Jadi bukan institusi ataupun lembaga, tapi oknum,” tegasnya lagi.

Menurutnya, kasus yang bergulir sejak lama ini dan kini menyita perhatian publik, kasus Bupati Muba salah satu saksi dalam persidangan menyebut adanya aliran dana ke Polda Sumsel dan Polres Muba dari penyuap Bupati Muba sebesar Rp 2 miliar.

Baca Juga: Polda Sumsel Targetkan Zero Peredaran Gelap Narkoba

“Perlu diingat bukan institusi tetap oknum, ulah satu oknum jangan dijadikan semua sama karena bisa menjadi fitnah yang keji,” tegas Feri Kurniawan.
 
Sementara itu Koordinator K MAKI Sumsel Boni Belitong mengumpamakan kasus yang terjadi di Muba oleh oknum tertentu ”gara-gara setitik nila rusak susu sebelanga”. "Giat Polda Sumsel telah banyak membantu masyarakat selama ini, jangan seakan hapus oleh perbuatan satu oknum merusak citra kepolisian” tegas Bony Balitong.

Halaman:

Editor: Aldyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mularis Djahri Ditahan Polda Sumsel Benarkah?

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:36 WIB
X