• Minggu, 26 Juni 2022

Kejaksaan Agung Periksa Direktur Keuangan dan VP Engineering Garuda Indonesia Terkait Tindak Pidana Korupsi

- Kamis, 10 Februari 2022 | 00:29 WIB
Kapuspenkum Kejagung, Leonard  Eben Ezer./twitter.com/dudih yudiswara
Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer./twitter.com/dudih yudiswara



Sumsel24.com - Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang saksi terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Pengelolaan menejemen Keuangan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tahun 2011-2021.

Dalam siaran pers kejaksaan, dua orang saksi yang diperiksa adalah P selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Garuda Indonesia (Persero) Tbk, diperiksa terkait mekanisme pengadaan dan pembayaran pesawat di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"P (Prasetio) Direktur Keuangan dan Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diperiksa terkait dengan mekanisme pengadaan dan pembayaran pesawat udara di PT Garuda Indonesia," jelas Leonard.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Periksa Tiga Saksi Kasus Tipikor Pengadaan Satelit Kemenhan RI

kemudian SK sebagai Vice Presiden (VP) Engineering, Maintenance, dan Sistem Informasi PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2005-2008 diperiksa mengenai mekanisme pengadaan dan pembayaran pesawat di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan suatu perkara pidana yang ia sendiri dengar, lihat dan alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang korupsi yang terjadi dalam Pengelolaan Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk," ujar Kepala Pusat penerangan hukum kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

sebelunya kejaksaan sudah memerikas beberapa saksi yang diperiksa di antaranya Direktur Utama PT Garuda Indonesia IS dan Direktur PT Citilink Indonesia tahun 2012 sampai 2014 berinisial MAW.

Baca Juga: Ini Tanggapan Kejaksaan terkait Korupsi di-Bawah 50juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Penyidik Jaksa Agung Muda Tipidsus memulai penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Garuda sejak 15 November 2021 dengan terbitkannyaSprindik No. Print-25/Fd.1/2021.

Dugaan korupsi mark up harga sewa pengadaan pesawat ATR 72-600 terjadi saat Direktur Utama Garuda Indonesia dijabat Emirsyah Satar, yang saat ini ditahan terkait kasus dugaan suap pengadaan pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce pada PT Garuda Indonesia.***

 

Halaman:

Editor: M Fathony

Sumber: Kejaksaan Agung

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mularis Djahri Ditahan Polda Sumsel Benarkah?

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:36 WIB
X