• Senin, 27 Juni 2022

Mularis Djahri Ditetapkan Tersanga Tindak Pidana Perkebunan dan TPPU oleh Polda Sumsel

- Selasa, 21 Juni 2022 | 19:09 WIB
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Toni Harmanto menunjukkan barang bukti dokumen kepada wartawan saat rilis kasus tindak pidana perkebunan dan pencucian uang di Polda Sumatera Selatan, dengan tersangka Mularis Djahri  (humas Polda Sumsel)
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Toni Harmanto menunjukkan barang bukti dokumen kepada wartawan saat rilis kasus tindak pidana perkebunan dan pencucian uang di Polda Sumatera Selatan, dengan tersangka Mularis Djahri (humas Polda Sumsel)

Sumsel24.com - Direktur PT Campang Tiga (PT CT) H Mularis Djahri ditetapkan Polda Sumsel sebagai tersangka dalam kasus dugaan penguasaan lahan perkebunan milik PT Laju Perdana Indah (LPI) dan pencucian uang,

Mularis Djahri ditetapkan tersangka oleh Polda Sumsel sejak Senin (20/6) malam dan resmi ditahan di rumah tahanan polda Sumsel.

Mularis Djahri ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik Subdit II Perbankan dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumsel melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Cucu, Tersangka Pembunuhan Mamat Berhasil Diringkus Polsek Sanga Desa

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH mengatakan penyidikan tindak pidana perkebunan dan pencucian uang berkat kaloborasi antara anggota Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama Ditjen Pajak Sumsel Babel, BPN Sumsel hingga Dinas Perkebunan Sumsel.

“Modus tersangka dalam aksinya sengaja mengganti akte kepengurusan. Setelah itu tersangka melakukan perambahan kebun seluas 4,300 Hektare mereka kuasai lahan perkebunan milik PT Laju Perdana Indah secara paksa,” ujarnya, Selasa 21 juni 2022.

Tersangka Mularis mengerjakan, menggunakan, menduduki secara tidak sah dengan cara pengolahan lahan, penanaman dan panen tandan buah segar (TBS) sawit dan menjual hasil pengolahan TBS menjadi CPO di lahan milik PT LPI seluas 4.300 hektare di OKU Timur.

Baca Juga: Definisi Konten YouTube Bagus Menurut Deddy Corbuzier

“Tersangka juga melakukan transaksi keuangan berupa penempatan, transfer dana hasil pada penyedia jasa keuangan,” terang Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto didampingi Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany saat merilis langsung ungkap kasusnya, Selasa 2i juni 2022.

Halaman:

Editor: M Fathony

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X