• Minggu, 26 Juni 2022

Pemerintah akan Lakukan Transisi ke Endemi, Covid-19 Peringkat ke-14 Penyebab Kematian di Indonesia

- Rabu, 11 Mei 2022 | 22:30 WIB
Covid-19 Peringkat ke-14 Penyebab Kematian di Indonesia, Pemerintah akan Lakukan Transisi ke Endemi (Ilustrasi pixabay.com)
Covid-19 Peringkat ke-14 Penyebab Kematian di Indonesia, Pemerintah akan Lakukan Transisi ke Endemi (Ilustrasi pixabay.com)

Sumsel24.com - Covid-19 sekarang menempati peringkat ke-14 sebagai penyebab kematian di Indonesia.

Terkait penyebaran Covid-19, hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Menurut Muhadjir, saat ini angka kematian akibat Covid-19 bukanlah yang tertinggi.

Baca Juga: Besok Lima PJ Gubernur akan Dilantik Mendagri Tito Karnavian

Dari penyakit yang ada, yang tertinggi adalah kanker, kemudian ada penyakit jantung koroner, stroke, pneumonia non spesifik, ungkapnya.

Covid-19 sebagai penyebab kematian ke-14 berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Berdasarkan hasil survei, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengatakan bahwa Covid-19 bukan lagi ancaman, tetapi masyarakat harus tetap waspada.

Baca Juga: Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia  Salurkan Tali Asih Untuk  Warga Sekitar TPA Keramasan

"Jadi bukan lagi ancaman kalau kena, tapi kita juga tetap hati-hati karena masih mematikan," ujarnya Rabu 11 Mei 2022 di Istana Wakil Presiden Jakarta.

Sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020, total pasien meninggal akibat Covid-19 sebanyak 156.416 orang.

Selain itu, menurut Muhadjir, pemerintah sedang bersiap melakukan transisi dari pandemi ke endemi.

Baca Juga: Merasa Terus Diserang Hotman Paris di Medsos, Iqlima Kim Berang

“Intinya dilihat dari jumlah kasus, berapa kasus aktif, lalu tingkat hunian rumah sakit, lalu angka kematian dan dari beberapa indikator tersebut, sebenarnya secara de facto sedang menuju endemi,” katanya.

Selain itu, ungkap beliau, pemerintah masih mencermati kondisi kasus Covid-19 pasca libur Idul Fitri.

"Taruhannya setelah libur lebaran, dalam 2 atau 3 minggu tidak ada peningkatan kasus, jadi kami optimistis segera memasuki masa transisi menjadi endemi, ungkapnya seperti dikutip Sumsel24.com dari PikiranRakyat pada hari Rabu, 11 Mei 2022.

Baca Juga: Kasubbag Protokol OKI Dicopot, Buntut Laporan Istrinya Kasus Penipuan dan Perzinahan

Meski demikian, beliau mengakui masih banyak hal yang belum diketahui pemerintah terkait penanganan Covid-19.

“Banyak kamar atau grey area yang kita tidak tahu, kan. Masih banyak area yang tanda tanya dan itu tidak ada yang lain. Ujung-ujungnya kita juga bergantung pada tangan Tuhan, kan,” katanya***

Editor: Agung Wahyudi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Masalah Kesehatan Pasca Lebaran

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:57 WIB

Manfaat dan Bahaya Buah Durian Untuk Tubuh

Rabu, 11 Mei 2022 | 14:51 WIB
X