• Kamis, 11 Agustus 2022

Pemerintah Siapkan Vaksin untuk Waspadai Wabah PMK

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 20:22 WIB
Ilustrasi sapi di peternakan - Pemerintah Indonesia menyiapkan vaksin untuk mewaspadai wabah PMK (kominfo.jatimprov.go.id)
Ilustrasi sapi di peternakan - Pemerintah Indonesia menyiapkan vaksin untuk mewaspadai wabah PMK (kominfo.jatimprov.go.id)

Sumsel24.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Farma Veteriner (Pusvetma) telah memulai produksi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk ternak.

Vaksin tersebut diharapkan mampu mengatasi wabah PMK di Indonesia setelah munculnya kasus pertama di Jawa Timur pada akhir April lalu.

Kepala Biro Humas dan Penerangan Masyarakat Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri mengatakan, produksi vaksin PMK tersebut sudah sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca Juga: Dubes Ungkap Kemungkinan Besar Anak Ridwan Kamil Dapat Ditemukan dalam Dua Hari Kedepan

Ia mengaku menyaksikan sendiri proses pengembangan produksi vaksin PMK tersebut.

“Dengan upaya vaksinasi yang efektif, langkah-langkah pengendalian yang ketat, sistematis dan berkelanjutan telah terbukti memberantas PMK di sebagian besar negara untuk bebas PMK. Vaksinasi adalah solusi dan harapan bagi peternak di seluruh Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Sumsel24.com dari Pikiran.rakyat.com, Sabtu 28 Mei 2022.

Ia berharap dengan adanya vaksin PMK diharapkan Indonesia dapat sembuh dan kembali menjadi negara bebas PMK.

Baca Juga: Mayang Tertekan Kasus Hukum, Doddy Sudrajat Jorjoran Sewa Helikopter

Selain itu, Kepala Balai Besar Kedokteran Hewan Kementerian Pertanian Edy Budi Susila menjelaskan, proses produksi vaksin di Pusvetma kini sudah memasuki tahap pemurnian isolat dan tahap keenam.

Ia menjelaskan proses pembuatan vaksin menggunakan teknologi kultur jaringan dengan sel BKH 21.

"Vaksin itu tidak aktif dan diformulasikan dengan adjuvant," katanya.

Baca Juga: Dinar Candy Ungkap Honor Adu Jotos dengan Nikita Mirzani 12 Juni 2022

Lebih lanjut Edy menjelaskan, pengembangan produksi vaksin PMK membutuhkan proses karena Pusvetma sebelumnya belum memproduksi vaksin untuk penyakit ini sejak Indonesia dinyatakan bebas PMK tanpa vaksinasi oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada 1990.

Meski demikian, Edy memastikan tim Pusvetma mampu mengembangkan produksi vaksin yang dibutuhkan meski membutuhkan berbagai penyesuaian.

Apalagi proses pengembangan produksi vaksin PMK sebelumnya telah dilakukan untuk membebaskan Indonesia dari penyakit mulut dan kuku pada tahun 1983-1986. Ia juga yakin Pusvetma bisa mengembangkan vaksin tersebut.

Baca Juga: Viral, Luna Maya Bertemu Choi Siwon di Korea Selatan: Welcome to My Heart

Pusvetma akan memaksimalkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan yang ada di fasilitas produksi vaksin Pusvetma, ujarnya.

Sebagai informasi, kemampuan Indonesia untuk memproduksi vaksin PMK dimulai pada tahun 1952 dan melakukan program vaksinasi massal sejak tahun 1964.

Sedangkan Indonesia telah dinyatakan bebas PMK sejak 1986 dan diakui di ASEAN sejak 1987. Pengakuan ini juga diakui secara internasional oleh World Animal Health Organization (Office International des Epizooties-OIE) pada tahun 1990.***

Editor: Agung Wahyudi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

9 Manfaat Pare untuk kesehatan

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:49 WIB

6 Manfaat Daun Sirih Merah bagi Kesehatan Wanita

Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:06 WIB

8 Kebiasaan Kecil yang Buruk Bagi Kesehatan Anda

Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:46 WIB

5 Manfaat Akar Bajakah Bagi Kesehatan, Apa Saja ?

Kamis, 4 Agustus 2022 | 17:34 WIB

Perawatan Kulit Wajah, Bagaimana Caranya ?

Jumat, 29 Juli 2022 | 15:36 WIB

12 Cara Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:22 WIB

Tempe Mentah Bisa Jadi Obat Maag ?

Senin, 18 Juli 2022 | 08:00 WIB
X