• Minggu, 23 Januari 2022

Tak Didukung Bupati, Kabupaten Muratara Terancam Tak Ikut Porprov

- Kamis, 12 September 2019 | 22:40 WIB
Tak Didukung Bupati, Kabupaten MURATARA Terancam Tidak Ikut Porprov
Tak Didukung Bupati, Kabupaten MURATARA Terancam Tidak Ikut Porprov

Sumsel24.com PALEMBANG – Sungguh miris nasib Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Muratara yang terancam tak bisa mengirimkan atletnya dalam Porprov Prabumulih, November mendatang. Bau tak sedap ini tercium awak media, konflik kepentingan penguasa yang mengorbankan Induk Organisasi Olahraga Kabupaten tersebut akhirnya mencuat. KONI Kabupaten Muratara tak mendapat dukungan Bupati, Syarif Hidayat. Kabar miring ini diungkap Ketua Harian KONI Kabupaten Muratara Syapran Suprano. Ditemui usai rapat anggota KONI Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (12/9), Syapran membeberkan jika pihaknya tak mendapat dukungan anggaran dari Bupati. Padahal KONI Muratara sangat membutuhkan dana pembinaan untuk menghadapi berbagai ivent. Diungkap Syapran, pihaknya telah menyiapkan 57 atlet dan ofisial dari enam cabor unggulan untuk diterjunkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ajang olahraga antar Kabupaten/Kota se Sumsel itu. Namun, Bupati tak kunjung mencairkan dana kebutuhan atlet sebesar Rp 1,5 Miliar. “Kami sudah ajukan pendanaan sejak 2018, pada penyusunan APBD. Untuk operasional, pembinaan, try out dan kompetisi. Namun hanya operasional yang dicairkan, itupun belum sepenuhnya,”ungkap tokoh pemuda Sumsel ini. Ia tak mengerti secara pasti alasan dari Bupati. Justru ia mendapat konfirmasi melalui Kepala Badan Keuangan Daerah, jika Bupati meminta KONI Muratara lebih dulu menggunakan dana operasional tersebut untuk persiapan kompetisi Porprov di Prabumulih. Menurut Syapran hal ini tak bisa dilakukan, karena akan menjadi temuan kesalahan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dana tersebut digunakan bukan untuk peruntukannya. Permasalahan inipun, lanjut Syapran telah sampai ke telinga Gubernur Herman Deru Padahal melalui surat edaran Gubernur yang disampaikan, Bupati/Walikota diminta untuk mendukung dan memberikan dana bagi KONI masing-masing untuk bisa ikut berkompetisi. Sayangnya, lanjut Syapran surat Gubernur itupun tidak digubris oleh penguasa Muratara. “Olahraga ini untuk membina prestasi, membina anak muda Muratara agar bisa melakukan hal positif dan berkompetisi. Kalau tidak mendapat dukungan seperti ini, kami akan surati KONI Sumsel dan mundur dari Porprov,”tegas Syapran didampingi Subandri, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Muratara. Hal ini sangat disayangkan oleh Plt ketua Umum (Ketum) KONI Sumsel Dhennie Zainal. Menurutnya akan sangat merugikan jika satu Kabupaten/Kota tidak ikut dalam ajang ini.  “Dari 17 bendera, tidak mungkin satu bendera tidak berkibar. Kalau diperlukan, kami juga akan surati Bupati Muratara,” ujar Dhennie. Menurutnya permasalahan pembinaan olahraga di daerah ini, seharusnya bisa diselesaikan secara internal dan tidak meluas. Apalagi mungkin dicampur dengan unsur politis. Sebab, ruh olahraga menurut Dhennie adalah menjunjung tinggi sportivitas. Oleh sebab itu lanjut Dhennie, KONI Sumsel akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan KONI Kabupaten Muratara dan pihak terkait, perihal permasalahan ini. (MF)

Editor: sumsel24

Terkini

X