• Kamis, 27 Januari 2022

Tak Jera, Santo Residivis Kasus Pembunuhan & Perampokan Roboh Dihamtam Pelor Petugas

- Selasa, 14 April 2020 | 16:06 WIB
IMG-20200414-WA0044
IMG-20200414-WA0044

Sumsel24.com Palembang - Tidak jera, Santo (38) yang pernah bebas dari penjara dalam kasus perampokan dan pembunuhan, kini harus mendekam kembali di sel tahanan, akibat ulahnya telah melakulan aksi penodongan terhadap Bayu Prasetyo (21) di Jalan Basuki Rahmat, 20 Ilir, Kemuning, Palembang, pada Kamis (27/2) lalu. Diketahui, aksi Santo (33) warga Tanah Emas, Talang Kelapa, Banyuasin ini terhenti setelah timah panas dari anggota Buser Polsek Kemuning bersarang dikedua kakinya.
-
Pelaku saat diringkus petugas. Foto Prima Kapolsek Kemuning Palembang, AKP Robert Sihombing mengatakan, anggota Buser kami berhasil menangkap tersangka penodongan di wilayah Jalan Basuki Rahmat, Kemuning. Dimana tersangka merupakan resedivis, tiga kali masuk penjara kasus pembunuhan dan perampokan, kali ini ditangkap kasus penodongan. "Dimana aksi penodongannya kali ini bersama dua orang temannya yang masih dalam pengejaran tim Buser, dengan modus mengacam korbanya dengan pedang. Sehingga korban menyerahkan dua ponselnya," ungkapnya. Selasa (14/4/2020).
-
Pelaku saat ditangani tim medis. Foto Prima Di kawasan Bukit Besar, Ilir Barat I tepatnya dirumah pacarnya, tersangka berhasil diamankan, namun ketika hendak ditangkap pelaku ini mencoba melawan petugas sehingga diberikan tindakan tegas terukur. Sementara itu, saat dimintai keterangan Santo mengaku sudah tiga kali masuk penjara dalam berbagai kasus kejahatan. Yang pertama dan yang kedua dalam kasus pembunuhan masing-masing hukuman 12 dan 9 tahun, dan yang ketiga kasus penodongan dengan hukuman 1,6 tahun penjara. "Ini yang keempat kali saya masuk penjara, yang terakhir ini kasus penodongan di daerah Sekip sama dua rekan saya. ponsel nya di jual oleh Debi dan Rivan," tutup Santo. (prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X