• Kamis, 27 Januari 2022

Amonium Nitrat Diduga Penyebab Ledakan di Beirut, Amankah Pusri dari Bahaya Ledakan?

- Jumat, 7 Agustus 2020 | 22:29 WIB
f87f53ac-5560-4b11-85e7-1dad28a5d476
f87f53ac-5560-4b11-85e7-1dad28a5d476

Sumsel24.com Palembang - Ledakan dahsyat di Beirut Lebanon tidak hanya menjadi duka, tapi juga menyisakan ketakutan, di seluruh dunia termasuk Kota Palem Pasalnya, dugaan penyebab ledakan dahsyat pada Selasa (4/8/2020) lalu itu tersebut adalah amonium nitrat bahan pembuat pupuk pertanian. Dimana diketahui bahwa pabrik pupuk terbesar di Sumatera berada di Kota Palembang. PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) yang berpusat di Kota Palembang, memproduksi pupuk NPK (nitrogen, fosfor, kalium) yang diduga juga menggunakan amonium nitrat sangat mudah terurai menghasilkan gas nitrogen oksida dan gas amonia yang dapat menghasilkan ledakan yang dahsyat. Bahkan, pabrik ini juga memproduksi produk nonpupuk, yakni amonia dengan catatan penjualan sebanyak 89.224 ton sepanjang tahun lalu. Dikutif dari kompas.com, Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjadi penyebab insiden tersebut. Pupuk itu, imbuhnya, disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut. "Memicu bencana alam dalam setiap arti," kata dia.
Dilansir dari situs web kesehatan dan keselamatan kerja pemerintah negara bagian Australia, disebutkan bahwa amonium nitrat merupakan bahan yang tidak berbau, yang biasanya berbentuk butiran (pada pupuk), ada yang kristal, dan berwarna putih. Dalam situs tersebut dijelaskan bahwa amonium nitrat diklasifikasikan sebagai kelas 5.1 agen pengoksidasi di bawah kode Australian Dangerous Goods (ADG) dan bahan kimia berbahaya di bawah Globally Hamonized System (GHS). Zat ini adalah oksidator yang kuat dan dapat bereaksi keras dengan bahan yang tidak kompatibel lainnya, sehingga sangat penting untuk menyimpan dan menangani amonium nitrat dengan benar. Di Queensland, sekitar 99 persen amonium nitrat digunakan sebagai bahan peledak dalam operasi penambangan. Sisanya digunakan untuk membuat pupuk.
Lalu bagaimana dengan keberadaan pabrik pupuk di kota Palembang? Aman ataukah menjadi ancaman bagi warga Kota Palembang? Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Humas PT Pusri, melalui Staff Humas, Glory menyampaikan, jika pihaknya tidak menggunakan amonium nitrat melainkan amonia murni. "Kalo di Pusri kita murni amonia. Jika yang di lebanon memang untuk bahan peledak, tapi di pusri murni amonia saja," ungkapnya. Dari informasi yang berhasil dihimpun, amonium nitrat merupakan bahan kimia industri yang umum digunakan terutama untuk pupuk karena merupakan sumber nitrogen yang baik untuk tanaman. Namun ketika dikombinasikan dengan bahan-bahan yang dapat memicu seperti bahan bakar minyak, amonium nitrat dapat menciptakan bahan peledak yang sangat kuat. (Tim)

Editor: sumsel24

Tags

Terkini

X