• Minggu, 23 Januari 2022

Jalan Rusak Parah, Bupati MUBA Surati Pusat Minta Segera Perbaiki

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:11 WIB
IMG-20210819-WA0024
IMG-20210819-WA0024

Sumsel24.com MUBA - Sejumlah ruas jalan nasional di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan rusak parah. Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza menyurati pusat untuk segera diperbaiki dan minta truk bertonase besar tak melintas dulu. Kondisi jalan nasional yang rusak dan memprihatinkan itu berada di jalan lintas tengah (jalinteng) Sumatera tepatnya di wilayah Bailangu dan Epil, Musi Banyuasin. Bupati Dodi mengatakan ruas jalan dan jembatan rusak parah tersebut berada di bawah pengelolaan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). "Saya sudah surati langsung Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan untuk minta segera diperbaiki Jalan dan jembatan yang sudah sangat rusak parah ini," ungkap Dodi Reza, Kamis (19/8/2021) Akibat kerusakan jalan itu, Dodi langsung menghubungi BPJN Sumsel. BPJN memastikan bakal segera memperbaiki ruas jalan dan jembatan yang rusak tersebut. Selain itu, Dodi memberikan warning kepada kendaraan truk yang betonase berat. Ia meminta truk tonase jangan dulu melintas apabila jalan dan jembatan di Jalinteng tidak kunjung diperbaiki. "Kalau jembatan, jalan masih belum diperbaiki, saya minta putar truk-truk tonase besar yang dari atau ke Lubuklinggau. Saya larang lewat Betung-Sekayu," tegas Dodi. Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori kemudian memberikan rincian jalan rusak. Terdapat 12 ruas jalan dan jembatan rusak yang pengelolaannya dibawah Kementerian PUPR berada di wilayahnya. "Diantaranya berada di STA KM. 80+600 (Jembatan Karang Periuk Teluk Kijing 3), STA KM. 86+600 (Sebelum Tikungan Sp. Tekad), STA KM. 88+200 (Sebelum Polsek Lais), STA KM. 94+100 (Jembatan Dalam Desa Epil Setelah Masjid Abdul Kadim), STA KM. 94+400 (Jembatan Air Sawah Setelah SMPN 2 Lais yang bupati berhenti)," urainya terpisah. "STA KM. 99+950 (Jembatan Air Sungai Guci), STA KM. 101+000 (Longsoran Sebelum Desa Bailangu Timur), STA KM. 110+600 (Jembatan Air Tilan, jebol plat lantai), STA KM. 127+350 (Longsor tepi badan sebelum Desa Sukarami), STA KM. 131+270 (Longsor tepi badan jalan di Desa Sukarami), STA KM. 142+300 (Oprit Jembatan Air Paye Lajung Desa Karang Waru), dan STA KM. 149+290 (Oprit Jembatan Air Durian 2 Baru)," jelasnya.(prm)

Editor: sumsel24

Terkini

X