• Selasa, 17 Mei 2022

SMSI Kecam Keras Penembakan Wartawan Al Jazeera, Setelah Hari Kebebasan Pers se-Dunia

- Jumat, 13 Mei 2022 | 22:24 WIB
Susana penyambutan jenazah Shireen Abu Akleh (51) dari Al-Jazeera korban penembakan tentara Israel saat meliput meliput serangan tentara Israel di lokasi pengungsian di Jenin. (SMSI Pusat)
Susana penyambutan jenazah Shireen Abu Akleh (51) dari Al-Jazeera korban penembakan tentara Israel saat meliput meliput serangan tentara Israel di lokasi pengungsian di Jenin. (SMSI Pusat)


Sumsel24.com - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengecam keras Penembakan Wartawan Al jazera yang diduga dilakukan oleh tentara Israel di tenda pengungsi di kota Jenin, Tepi Barat (West Bank) yang diduduki Israel.

Shireen Abu Akleh (51) Wartawan dari Al Jazeera ditembak mati tentara Israel saat meliput serangan tentara Israel di lokasi pengungsian di Kota Jenin.

Meskipun pada saat itu Shireen Abu Akleh mengenakan Rompi bertulis "PRESS", masih maenjdi sasaran peluru. Mestinya tentara Israel tahu dia wartawan yang tengah bertugas.

Militer Israel sempat menolak tuduhan penembakan wartawan tersebut, militer Israel mala menuding Palestina yang melakukan penembakan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak AS Menjadi Mitra Strategi ASEAN dan Jaga Stabilitas Kawasan

Namun Kepala Biro Al-Jazeera Walid Al-Omary di Ramallah Palestina menerangkan, tidak ada penembakan oleh orang-orang bersenjata di Palestina.

Menanggapi kejadian penembakan Shireen Abu Akleh (51) Wartawan dari Al Jazeera, ketua SMSI Firdaus mengatakan tindakan penembakan tersebut teror terhadap wartawan dan biadab.

lebih jauh Firdaus mengatakan penembakan tersebut pelechan terhadap Pers diseluh dunia yang baru saja memperingati hari kebebasan Pers Sedunia.

“Kami minta Persatuan Bangsa-Bangsa memberi perhatian khusus pada kasus penembakan wartawan tersebut,” kata Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, Kamis, 12 Mei 2022 dalam siaran pers menanggapi penembakan wartawan di Tepi Barat.

Menurut Firdaus, apa yang dilakukan tentara terhadap wartawan Shireen jelas melanggar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) tahun 1948.

Baca Juga: Kasus Korupsi Dana Hibah Bawaslu Muratara, Aceng Sudrajat DPO Kejari Lubuklinggau

Halaman:

Editor: M Fathony

Sumber: SMSI Pusat

Tags

Terkini

Presiden Jokowi Temui Elon Musk Ini Yang Dibahas

Minggu, 15 Mei 2022 | 22:46 WIB
X