• Minggu, 23 Januari 2022

Porprov 2021, Syapran Ingatkan Jangan Lagi Palsukan Tanda Tangan Pengurus KONI Muratara

- Kamis, 18 Juni 2020 | 05:52 WIB
Tak Dianggarkan Pemkab, KONI Muratara Batal Ikut Porprov
Tak Dianggarkan Pemkab, KONI Muratara Batal Ikut Porprov

Sumsel24.com Muratara - Kisruh Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Muratara versus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara terus berlanjut. Dimana Pemkab Muratara menyatakan bakal mengirim atlet sekaligus menyatakan ikut Porprov Ke XIII 2021 yang akan diadakan di Wilayah OKU Raya. Hal ini menjawab pernyataan Ketua Harian KONI Muratara, Syapran Suprano bahwa hampir dipastikan KONI Muratara tidak ikut Porprov 2021 karena tidak dianggarkan Pemkab Muratara. Sebelumnya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan (Sumsel) 2019 Prabumulih, Pemerintah Kabupaten Muratara nekad mengirim atlet sebagai peserta. Padahal sejatinya peserta Porprov adalah KONI kabupaten kota se-Sumsel karena ini ajang adu olahraga prestasi. Ditenggarai atas perintah Bupati pejabat Muratara mendaftarkan atas nama KONI Muratara dan akhirnya keikut sertaan KONI Muratara pun dibantah keras oleh Ketua dan pengurus KONI Muratara. Penyebabnyapun sama, tidak adanya anggaran. Menanggapi statemen pihak pemkab Muratara bahwa KONI Muratara yang InsyaAllah ikut Porprov 2021 perlu mendapat tanggapan balik dari Ketua Harian KONI Muratara. "Saya jelaskan disini bahwa Status kontingen porprov sesuai statuta KONI adalah kontingen yang memegang rekomendasi dari KONI Kab/Kota, bukan rekomendasi Pemkab/Pemkot," jelas Syapran Suprano melalui sambungan telepon,  Rabu (17/06). Porprov diadakan setiap 2 tahun bukan tanpa alasan lanjut Syapran, karena untuk meraih, menjaga dan meningkatkan prestasi dalam olahraga dibutuhkan waktu paling tidak 2 tahun pembinaan secara rutin dan pada tahun kedua pemusatan latihan dan try out. "Jadi saya melihat pihak Pemkab (muratara) sama sekali tidak mengerti dunia olah raga, mungkin dulu tidak pernah mengurus atlet apalagi jadi atlet. Kalau di sebut bahwa anggaran Porprov baru akan dibahas pada APBD Perubahan maka itu sama saja mengesampingkan kesempatan putra putri Muratara untuk mendapatkan pembinaan dan kesempatan meraih prestasi,"jelas pria yang juga Sekretaris AMPI Sumsel. Syafran menjelaskan bila dialokasikan pada APBDP baru akan ada realisasi paling bulan Februari sampai April kalau tidak telat turunnya, artinya persiapan untuk Porprov hanya paling lama sekitar 7 bulan, jauh dari standar normal pembinaan atlet. "Ini untuk kesekian kalinya dilakukan oleh Pemkab Muratara. Soal anggaran Koni yg katanya sudah dicairkan itu hanya untuk sewa kantor dan gaji beberapa orang staf KONI, dana pembinaan Porprov tidak ada sama sekali," Tegasnya. Syapran mengingatkan kembali memori Porprov 2019 dimana pihak pemkab mengirim atlet dan ofisial sebagai peserta mengatasnamakan KONI Muratara, dengan surat dan rekomendasi KONI abal abal. "Terakhir, saya minta agar Pihak Pemkab tidak melakukan lagi perbuatan culas dengan memalsukan tanda tangan pengurus KONI Muratara untuk rekomendasi peserta ini, karena itu pidana berat. Porprov 2019 lalu kasus pemalsuan tanda tangan ini tidak diteruskan ke ranah hukum karena Ketua Umum KONI Muratara Devi Suhartoni tidak mau ada kegaduhan dan akan dipolitisir oleh pihak lain karena menjelang Pilkada, namun 2021 pilkada usai, mengulangi lagi pemalsuan tanda tangan rekomendasi akan dibawa ke ranah hukum," ujar Syapran mengingatkan. (MF)  

Editor: sumsel24

Terkini

KONI Sumsel Siap Dukung Perpres 86 Tentang DBON 

Kamis, 23 Desember 2021 | 18:48 WIB

Tim Sepakbola Muba Juarai Porprov Sumsel XII

Minggu, 28 November 2021 | 17:39 WIB

PALI Susul Palembang di Cabor Woodball OKU

Sabtu, 27 November 2021 | 11:13 WIB

Cabor Tenis Meja Sumbang Empat Medali Emas

Rabu, 24 November 2021 | 11:49 WIB

Lupakan Kekalahan, SFC Fokus Lawan KS Tiga Naga

Jumat, 19 November 2021 | 22:50 WIB

Cabor Hockey Porprov Perebutkan 15 Medali

Jumat, 19 November 2021 | 19:27 WIB
X