• Minggu, 29 Januari 2023

Sejarah Singkat Masjid Kiai Muara Ogan, Tidak Pernah Kebanjiran Meski di Tepian Sungai Musi

- Minggu, 27 November 2022 | 14:15 WIB
Sejarah Masjid Kiai Muara ogan atau Kiai Marogan dibangun Pada tahun 1871 M ditepian Sungai Musi oleh Kiai Haji Abdul Hamid bin Mahmud. kemudian dikenal sebagai Kiai Muara Ogan (inipalembang.com)
Sejarah Masjid Kiai Muara ogan atau Kiai Marogan dibangun Pada tahun 1871 M ditepian Sungai Musi oleh Kiai Haji Abdul Hamid bin Mahmud. kemudian dikenal sebagai Kiai Muara Ogan (inipalembang.com)

Sumsel24.com - Sebagai pengusaha yang sukses Kiai Masagus Haji Abdul Hamid bin Mahmud alias Kiai Marogan mendirikan masjid di pertemuan antara Sungai Musi dan Sungal Ogan yang dibangun kira-kira tahun 1871 M.

Dari segi arsitektur bangunan masjid ini sama dengan Masjid Agung Palembang, Masjid ini bernama Masjid Jami' Kiai Haji Abdul Hamid bin Mahmud.

Akan tetapi masjid ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kiai Muara Ogan yakni masjid yang didirikan oleh Kiai yang bertempat tinggal di tepi Sungai Musi di Muara Sungai Ogan.

Lama kelamaan penyebutan Muara Ogan berubah menjadi Marogan atau Merogan sehingga nama Masagus Haji Abdul Hamid sering dipanggil Kiai Masagus Haji atau Kiai Marogan dan masjidnya populer dengan sebutan Masjid Muara Ogan.

Nama Kiai Muara Ogan atau Ki Marogan sekarang ini juga diabadikan sebagai nama jalan, mulai dari simpang empat Jembatan Musi II Kemang Agung sampai dengan simpang 4  Jembatan Kertapati 1 Ulu Palembang.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo Minggu Ini Anda Harus Memperhatikan Perasaan Anda Terutama Terkait Keamanan dan Nilai

Pada mulanya masjid ini digunakan sebagai tempat sholat dan belajar mengaji serta belajar agama bagi para keluarga dan masyarakat sekitar kampung Karang Berahi Kertapati.

Karena sebagai ulama Masagus Haji Abdul Hamid mempunyai banyak murid, salah satu muridnya sekaligus teman dekatnya yaitu Kiai Kemas Haji Abdurrahmar Delamat (Kiai Delamat yang mendirikan masjid Al-Mahmudiyah Suro 32 Ilir Palembang).

Kemudian masjid yang semula milik pribadi Kiai Muara Ogan ini diwakafkan bersama dengan Masjid Lawang Kidul 5 Ilir Palembang pada tanggal 6 Syawal 1310 H (23 April 1893 M).

Halaman:

Editor: Muhamad F

Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebuadayaan Palembang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X