• Jumat, 20 Mei 2022

Swamedikasi Orang Tua pada Penanganan Demam Anak

- Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:57 WIB
IMG-20210227-WA0055
IMG-20210227-WA0055

Sumsel24.com - Demam merupakan respon tubuh terhadap rangsangan yang datang dari luar atau dalam. Salah satunya adalah infeksi. Infeksi bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Demam menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja untuk memerangi infeksi. Tingginya demam tidak selalu menandakan beratnya penyakit, pada sebagian besar anak, demam dapat diobservasi di rumah.

Suhu normal anak adalah 36,5 – 37,5° C, dan dapat dianggap mengalami demam ketika suhunya meningkat sampai lebih dari atau sama dengan 38°C (suhu aksila/ketiak). 

Dokter Hafsha Rizki Yuliani Mkes menyampaikan beberapa cara untuk penanganan demam anak, diantaranya adalah:

1. Pemberian Antipiretik (Parasetamol, Ibuprofen)

Orang tua yang memiliki anak demam akan timbul berbagai macam perilaku dan usaha sehingga muncul respon orang tua diantaranya, Orang tua sering melakukan tindakan pengobatan sendiri atau “swamedikasi” dengan memberikan obat penurun panas. Dasar hukum swamedikasi adalah peraturan Menteri Kesehatan No. 919 Menkes/Per/X/1993.

 Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang sering dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter.

Walaupun banyak orang tua memberikan obat penurun panas, perlu ditekankan bahwa tujuan utama obat tersebut adalah membuat anak merasa nyaman, bukan mempertahankan suhu yang normal.

2. Kompres Hangat (Tepid Sponging)

Penggunaan kompres air hangat dilipat ketiak dan lipat selangkangan (inguinal) selama 10-15 menit akan membantu menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan.

Jika suhu tubuh meningkat lebih dari 40 derajat Celsius, yang tidak respon obat penurun panas, maka penting untuk memberikan obat penurun panas terlebih dahulu untuk menurunkan pusat pengatur suhu di susunan saraf otak bagian hipotalamus, kemudian dilanjutkan kompres air hangat.

Kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam karena dapat meningkatkan pusat pengatur suhu (set point) hipotalamus, mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh. Kompres dingin mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang meningkatkan suhu tubuh.

Halaman:

Editor: sumsel24

Tags

Terkini

Hipertensi Bisa Dicegah dengan Perbaikan Gaya Hidup

Minggu, 21 Maret 2021 | 12:48 WIB

Ancaman Hipertensi pada Masyarakat 5.0

Sabtu, 20 Maret 2021 | 11:22 WIB

Wajib Tahu, Ini Cara Mencegah Penularan Selesma

Minggu, 14 Maret 2021 | 13:56 WIB

Selesma dan Influenza, Apa Bedanya ?

Sabtu, 13 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kapan Anak yang Demam Harus Dibawa ke Dokter ?

Sabtu, 6 Maret 2021 | 12:36 WIB

Swamedikasi Orang Tua pada Penanganan Demam Anak

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:57 WIB

Virus Corona dan Penyebarannya

Minggu, 14 Februari 2021 | 13:08 WIB
X